Home / Nasional

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:33 WIB

Gandeng BRIN, Adde Rosi Optimalkan Peran Keluarga di Lebak untuk Cegah Stunting

BagusNews.Co – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Optimalisasi Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Upaya Intervensi Pencegahan Stunting” di Warunggunung, Kabupaten Lebak, Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam sambutannya, Adde Rosi menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan intervensi medis sesaat, melainkan harus berbasis data penelitian dan penguatan ketahanan keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat.

Kerja sama dengan BRIN ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih saintifik namun praktis bagi masyarakat mengenai perbedaan stunting dan gizi buruk. Adde Rosi menekankan bahwa intervensi harus dilakukan secara tepat sasaran di tingkat desa.

Baca Juga :  Diskon Listrik Berlaku Hingga Februari 2025, PLN: Beli Token Bisa Sepanjang Bulan

“Data menunjukkan adanya kenaikan angka stunting di Lebak sebesar 6,02% dalam waktu singkat di awal tahun 2026 ini. Dengan dukungan riset dari BRIN, kita ingin memastikan bahwa edukasi kepada ibu hamil mengenai asupan protein, asam folat, dan karbohidrat benar-benar diterapkan secara disiplin,” ujar Adde Rosi.

Kegiatan ini menghadirkan para kader Posyandu, kader PKK, dan kepala desa sebagai ujung tombak lapangan. Adde Rosi mengingatkan bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) adalah periode emas yang tidak boleh terabaikan.

“Stunting bukan hanya urusan pemerintah kabupaten, tapi urusan kita semua. Kita ingin setiap tahun angka stunting berkurang, bukan bertambah. Ini adalah investasi negara agar anak-anak kita tumbuh pintar, berbudi, dan sehat 15 tahun ke depan,” tambahnya.

Baca Juga :  Perketat Pengawasan, Menteri LH Sebut Kasus Cs-137 di Cikande Jadi Titik Balik Perbaikan Regulasi

Kesehatan Mental dan Pola Asuh Kontinu
Selain asupan gizi, sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya kesehatan mental orang tua. Adde Rosi menjelaskan bahwa gangguan mental seperti baby blues dapat menghambat pemberian gizi yang optimal pada anak. Ia mengusulkan agar program pemberian makanan bergizi dilakukan secara kontinu, minimal 3 bulan berturut-turut, bukan sekadar program seremonial.

“Intervensi di desa harus dipantau setiap hari, mulai dari apa yang dimakan anak hingga kebersihan lingkungannya. Hal ini membutuhkan perhatian anggaran yang fokus dan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun pusat,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Nasional

Hari Pertama Usai Libur Lebaran, Kemendagri Lakukan Profiling Terhadap Calon Penjabat Gubernur

Daerah

A Damentan Nilai Masyarakat Berperan dalam Menekan Angka TBC di Banten

Nasional

Komisi VI DPR RI Apresiasi PLN Atasi Oversupply melalui Optimasi Kontrak IPP Hingga Rp 47 T

Nasional

Sepanjang 2024, PTSL Daftarkan 9,1 Juta Bidang Tanah di Indonesia

Nasional

Resmikan Plant Pertama di Indonesia, Kementerian ESDM: PLN Miliki Cara Paling Cepat Hasilkan Green Hydrogen

Daerah

100 Mahasiswa Banten Demo KPK, Desak Bupati Pandeglang Diperiksa

Nasional

HLN Ke-78, Presiden Jokowi Berpesan untuk Wujudkan Ketahanan Energi hingga Menerangi Pelosok Negeri

Nasional

Pengamat Curiga Ada Potensi Platform Digital Digunakan Sebagai Alat Propaganda