BagusNews.Co- Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Cilegon mengirimkan bantuan sejumlah peralatan mesin kepada Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon.
Bantuan berupa generator set (genset), gergaji mesin (chainsaw) dan peralatan lainnya diserahkan langsung kepada pengurus Posyantek Kelurahan Ciwedus, di lingkungan RW 08.
Lurah Ciwedus, Suherman, mengungkapkan bantuan ini merupakan hasil koordinasi aktif pihaknya dengan FPRB Cilegon untuk mengantisipasi potensi bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, kami dari Kelurahan Ciwedus melakukan komunikasi dengan FPRB Cilegon untuk meminta bantuan peralatan. Hari ini FPRB menyerahkannya secara langsung,” kata Suherman dalam rilis yang diterima BagusNews.Co, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menambahkan, bantuan alat penanggulangan tersebut ditempatkan di Posyantek RW 08 yang kawasannya tergolong rawan.
Bangunan Posyantek ini juga memiliki fungsi multifungsi bagi masyarakat setempat, mulai dari kegiatan Posyandu, pengajian, hingga bale warga. Suherman berharap pengurus Posyantek yang baru dapat mengelola peralatan tersebut dengan maksimal.
Sementara itu, perwakilan FPRB Kota Cilegon, Nur Irwantoro, menjelaskan bahwa penyerahan bantuan ini sejalan dengan tujuan utama pembentukan FPRB, yakni memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
FPRB hadir untuk membantu pemerintah daerah serta BPBD Kota Cilegon dalam merumuskan kajian risiko bencana yang akurat.
“FPRB melakukan edukasi guna meningkatkan kesadaran warga, termasuk membentuk program komunitas seperti Remaja Siaga dan Perempuan Tangguh Bencana,” jelas Nur.
Nur menekankan pentingnya kolaborasi unsur Pentahelix meliputi pemerintah, akademisi, badan usaha, masyarakat, dan media dalam penanggulangan risiko bencana secara inklusif di Kota Cilegon.
Ketua Posyantek Kelurahan Ciwedus, Rudirana, didampingi Ketua RW 08, Odoy, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian FPRB Kota Cilegon.
Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan para ketua RT dan RW sekitar agar pemanfaatan peralatan penanganan bencana ini dapat berjalan optimal dan merata. (Red/Arise)







