Home / Daerah

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:15 WIB

Warga Ciruas Tewas Saat Rumah Ambrol, Pemkab Serang Janji Lakukan Perbaikan

Satu rumah di Ciruas, Kabupaten Serang, roboh dan mengakibatkan satu warga tewas dan satu luka-luka l Dok. Istimewa

Satu rumah di Ciruas, Kabupaten Serang, roboh dan mengakibatkan satu warga tewas dan satu luka-luka l Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Satu unit rumah roboh di Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Kejadian tragis itu yang menewaskan satu orang warga dan satu orang lainnya luka-luka.

Diketahui bahwa kejadian itu bermula dari kondisi bangunan rumah yang sudah tua dan rapuh, yang akhirnya runtuh saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Menurut keterangan warga setempat, rumah milik Umayah (46) yang menjadi korban meninggal dunia tertimpa reruntuhan saat kejadian. Putranya, Uktira (17), mengalami luka-luka dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina.

Rumah tersebut diketahui sudah berusia puluhan tahun dan kondisinya semakin memburuk karena faktor usia dan kondisi cuaca ekstrem.

“Rumahnya memang bangunan lama. Struktur temboknya dari bata lama dan bagian penyangga cornya masih menggunakan kayu yang sudah puluhan tahun sehingga mengalami pelapukan. Ditambah hujan deras, akhirnya rumah itu roboh,” ujar salah satu warga, Sabtu, 7 Maret 2026

Mengetahui kejadian itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah pun mengunjungi kediaman korban rumah roboh di Kampung Cimiung, Desa Pulo, Kecamatan Ciruas. Dalam kunjungannya, Zakiyah menyampaikan rasa dukacita mendalam baik secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kepada keluarga korban.

Baca Juga :  Cegah Praktik Pungli di Dunia Kerja, Pemkab Serang Inspeksi ke PT Nikomas Gemilang

Zakiyah menegaskan, kejadian ini menjadi refleksi penting untuk meningkatkan pengawasan dan perbaikan kondisi rumah warga yang tidak layak huni.

“Pertama, secara pribadi dan pemerintah daerah kami menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. Ini adalah musibah, namun mungkin juga menjadi evaluasi bagi kami untuk lebih detail melihat kondisi rumah warga, terutama yang tidak layak huni,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendataan rumah tidak layak huni (RTLH) secara menyeluruh di wilayah Kecamatan Ciruas agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia meminta pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan investigasi dan pendataan ulang dengan masuk ke dalam rumah guna menilai kondisi struktur bangunan secara mendalam.

“Saya minta kepada Pak Lurah dan Pak Camat untuk melakukan investigasi dan pendataan ulang rumah tidak layak huni. Kalau perlu, masuk ke dalam rumah untuk mengecek struktur bangunannya,” tegas Zakiyah.

Selain itu, Pemkab Serang berkomitmen untuk memprioritaskan program bantuan pembangunan rumah tidak layak huni bagi kelompok rentan seperti lansia miskin, penyandang disabilitas, dan kepala keluarga perempuan yang kurang mampu. Pemerintah juga memastikan bahwa korban yang masih menjalani perawatan medis akan tetap mendapatkan penanganan yang memadai.

Baca Juga :  Jelang Debat Pilkada Kabupaten Serang, Zakiyah Sapa Warga Carenang

“Untuk pengobatan korban saat ini masih menggunakan BPJS dari perusahaan tempat almarhumah bekerja, yaitu PT Nikomas. Jika nanti sudah tidak aktif, maka Pemerintah Kabupaten Serang akan menanggungnya,” ujar Zakiyah.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang Okeu Oktaviana menyampaikan, pihaknya telah melakukan asesmen terhadap rumah yang roboh tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa bangunan tersebut merupakan rumah lama dengan struktur yang sudah tidak layak huni.

“Batanya bata mentah dan perekatnya dari tanah liat. Dari luar memang terlihat bagus, tapi secara struktur sudah sangat rapuh,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkab Serang berencana untuk memberikan bantuan pembangunan kembali rumah tersebut melalui program rumah tidak layak huni (RTLH). Rencananya, rumah akan dibangun kembali dengan tipe antara 28 dan 36, dengan perkiraan biaya sekitar Rp50 juta.

Okeu menambahkan, selama ini pendataan RTLH lebih banyak dilakukan berdasarkan kondisi visual dari luar bangunan. Ke depannya, pihaknya akan melakukan asesmen yang lebih mendalam, terutama untuk rumah-rumah tua di wilayah Ciruas, Kragilan, dan Lebakwangi yang banyak memiliki bangunan lama. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dukung Indonesia ASRI, Andra Soni Akan Terbitkan Ingub Gerakan Jumat Bersih

Daerah

Pemkot Serang Sambut Baik Program Sertifikat Elektronik dan Percepatan Sertifikasi Tanah

Daerah

Gelar Konsolidasi Akbar Dapil Banten II, Annisa Desmond : Ini Membakar Semangat Kita Memenangkan Prabowo Subianto

Daerah

Temui Wakil Walikota Serang, Guru TK Swasta Curhat: Puluhan Tahun Mengabdi Tanpa Kejelasan Status

Daerah

MAN Insan Cendekia Juara 2 Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional

Daerah

Musim Kemarau, 115 Hektar Sawah di Kota Serang Terancam Gagal Panen

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Ajak Generasi Muda Berpikir Positif

Daerah

Bupati Serang Ajak Ulama Edukasi Remaja Lawan Pengaruh Buruk Media Sosial