Home / Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 14:36 WIB

Menaker dan Menko Perekonomian Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4

BagusNews.Co — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kota Serang, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kompetensi tenaga kerja agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pemerintah terus memperkuat program pelatihan vokasi dan magang sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus mengatasi kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri.

Pada Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, kata Yassierli, terdapat lebih dari 30 ribu orang yang mendaftar dan sekitar 12 ribu peserta dinyatakan lolos mengikuti pelatihan. Para peserta mengikuti pelatihan dengan durasi bervariasi, mulai dari dua minggu hingga dua bulan dan akan mendapatkan sertifikat kompetensi setelah menyelesaikan pelatihan.

“Ini adalah upaya kita untuk sama-sama meningkatkan kompetensi anak muda kita. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, pastikan Anda lulus dengan baik sehingga Anda mendapatkan sertifikat kompetensi,” ujar Yassierli.

Yassierli menjelaskan, Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 menargetkan pelatihan vokasi dapat menjangkau hingga 340 ribu peserta. Berbagai bidang prioritas disiapkan untuk menjawab kebutuhan industri, di antaranya welding, green skill, smart operation, agroforestry, artificial intelligence, digital skill, hospitality, dan bidang lainnya.

Pemerintah juga terus menyempurnakan pola pelatihan dari supply driven menuju demand driven. Dengan pola tersebut, kebutuhan industri menjadi dasar dalam menyiapkan kompetensi peserta, mulai dari pelatihan dasar, pelatihan di industri, sertifikasi hingga penempatan kerja.

Baca Juga :  Gandeng BRIN, Adde Rosi Optimalkan Peran Keluarga di Lebak untuk Cegah Stunting

“Jadi mulai dari industri yang mengidentifikasi kebutuhan, kemudian balai-balai Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan supply-nya, dilatih basic skill, siap kerja, lanjut pelatihannya di industri, kemudian penempatannya sesuai dengan jejaring dari industri tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, investasi merupakan salah satu motor utama penciptaan lapangan kerja formal. Seiring meningkatnya investasi dan perkembangan industri, kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai juga semakin besar.

Airlangga menyoroti masih adanya kesenjangan kompetensi antara pencari kerja dengan kebutuhan industri. Karena itu, penguatan pelatihan vokasi, retraining, dan reskilling menjadi penting untuk menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja.

“Tentu tadi disampaikan ada mismatch terkait dengan kompetensi. Oleh karena itu, Bapak Presiden Prabowo mendorong vokasi agar skill gap-nya bisa dikurangi,” ujar Airlangga.

Menurut Airlangga, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri menuntut tenaga kerja tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga soft skill dan etika kerja. Ia mendorong kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha untuk memperbesar skala pelatihan vokasi.

“Kalau kita tidak segera melakukan pelatihan, ini akan semakin ketinggalan. Oleh karena itu, saya mendorong agar adik-adik semua bisa meningkatkan soft skill dan mendorong etika kerja,” katanya.

Gubernur Banten: Vokasi Jembatan Kebutuhan Industri dan Kompetensi Tenaga Kerja

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan unggul menjadi kebutuhan penting bagi dunia industri. Terlebih, perkembangan teknologi, digitalisasi, otomatisasi, dan transformasi industri telah mengubah kebutuhan serta karakter pekerjaan.

Baca Juga :  Berikan Pembekalan Kader Bela Negara, Sekjen Kemendagri Ajak ASN Bumikan Pancasila

“Karena itu, pelatihan vokasi memiliki posisi yang sangat strategis. Pelatihan vokasi menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan potensi dan kompetensi tenaga kerja,” ungkap Andra Soni.

Andra Soni menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan ketenagakerjaan di Provinsi Banten. Menurutnya, pelatihan vokasi dapat memperkuat kemitraan dan link and match antara lembaga pelatihan, dunia pendidikan, dunia usaha, dan dunia industri.

“Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, produktif, adaptif, dan berdaya saing,” katanya.

Ia berharap melalui pelatihan vokasi semakin banyak tenaga kerja di Banten yang memperoleh sertifikat kompetensi dan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja, meningkatkan produktivitas, maupun menciptakan peluang usaha.

“Keberadaan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Serang merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing,” imbuhnya.

Andra Soni juga berharap sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan, BBPVP Serang, Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta dunia usaha dan dunia industri terus diperkuat.

“Dengan kolaborasi tersebut diharapkan semakin banyak warga Banten memperoleh akses terhadap pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri,” jelasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Al Muktabar Lepas Satgas Operasi PAM Pulau Terluar

Nasional

Pemerintah Terima Hasil RUPS, Laporan Keuangan PLN 2022 Cetak Sejarah

Daerah

Dirut PLN Masuk Daftar Indonesia Best 50 CEO Tahun 2023 The Iconomics

Nasional

Resmikan Kantor Pemenangan, Prabowo: Kita Terbuka dan Siap Bekerja Sama dengan Siapapun

Ekonomi

Marak Penipuan Kerja Online, Annisa Mahesa Minta OJK Kaji Penyelesaian Konflik IASC

Daerah

Pemudik Meningkat, Menko PMK Harap Fasilitas Penunjang Pelabuhan Dapat Optimal

Nasional

Sukseskan Pemilu Serentak 2024, BPSDM Kemendagri Gelar Seminar Peningkatan Kualitas Data Kependudukan

Daerah

Raih Penghargaan Debitur Terbaik Tiga Tahun Berturut-turut, PLN Fokus Tingkatkan Layanan Pelanggan