BagusNews.Co — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Banten Andra Soni mendorong penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari masa depan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Andra Soni usai dilantik sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Banten oleh Ketua Umum HKTI Sudaryono di Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu (26/9/2026).
Andra Soni mengatakan sektor pertanian memiliki peran penting dalam perekonomian Banten. Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan pada 2025 menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Banten, yakni 9,60 persen, dengan kontribusi terhadap struktur PDRB Provinsi Banten sebesar 5,98 persen.
Sementara pada triwulan I 2026, sektor pertanian kembali mencatat pertumbuhan 17,88 persen secara tahunan, tertinggi dibandingkan lapangan usaha lainnya pada periode tersebut.
“Karena itu saya mengajak kepada seluruh hadirin untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas pertanian, memajukan sektor pertanian sebagai bagian dari masa depan ekonomi Banten,” ungkap Andra Soni
Menurutnya, penguatan pertanian membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan seluruh insan pertanian. Karena itu, Andra Soni berharap dengan kehadirannya HKTI dapat memperkuat upaya memajukan sektor pertanian di Provinsi Banten.
“Oleh karena itu, saya memerlukan bantuan banyak, saya memerlukan bantuan insan pertanian,” katanya.
Andra Soni menjelaskan, Pemprov Banten telah menjalankan sejumlah program yang mendukung aktivitas pertanian, salah satunya pembangunan Jalan Usaha Tani. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas kawasan pertanian dan membantu menekan biaya yang dikeluarkan petani.
Selain itu, Pemprov Banten menjalankan program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra. Pada tahun pertama, program tersebut telah membangun 61 ruas jalan desa. “Alhamdulillahnilai tukar petani kita naik,” katanya.
Pembangunan jalan desa, kata Andra, akan terus dilakukan pada 2026 sebagai bentuk dukungan Provinsi Banten terhadap pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Selain itu, Andra Soni menilai perhatian terhadap desa perlu diperkuat karena desa merupakan tempat berlangsungnya aktivitas produksi, termasuk produksi pangan.
“Desa adalah tempat kita berasal. Desa adalah tempat di mana produksi dilaksanakan. Apa yang kita makan itu tumbuh, dirawat oleh petani. Dan itu adanya di desa,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum HKTI Sudaryono mengatakan Banten memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Ia menyebut produktivitas pertanian Banten mengalami peningkatan dan mendorong agar sektor tersebut terus mendapatkan perhatian.
“Banten adalah wilayah yang secara pertanian sangat potensial, dan kita bisa lihat selama sahabat saya, Pak Andra Soni, jadi gubernur, ternyata produktivitas pertanian di Banten naik dan peringkatnya juga naik,” ujarnya.
Sudaryono mengatakan pertanian merupakan sektor padat karya yang dapat menyerap banyak tenaga kerja. Menurutnya, peningkatan produksi pangan juga perlu terus dilakukan untuk mendukung swasembada, mulai dari beras, jagung, gula, tebu, sayur-mayur, buah-buahan, hingga komoditas hortikultura.
Ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai dapat memberikan kepastian penyerapan atau off-take bagi produk pertanian. “Karena ada jaminan off-take, yaitu program MBG. Jadi Anda bisa cek, Anda bisa datang ke desa-desa, Anda bisa lihat bagaimana efek dari MBG terhadap perputaran ekonomi,” katanya.
Dikatakannya, program MBG yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) dapat mendorong peningkatan produktivitas berbagai komoditas pertanian dan peternakan, mulai dari beras, jagung, ayam, telur, sapi, daging, susu, hingga buah dan sayuran.
“Jadi, ini BGN dengan MBG-nya ini kemudian bisa men-trigger produktivitas pertanian apa pun itu,” pungkasnya.(Red/Dede)







