Home / Daerah / Hukum / Hukum dan Kriminal

Senin, 24 Juni 2024 - 16:13 WIB

Polda Banten Ringkus 5 Selebgram Endorsemen Judol

BagusNews.Co — Subdit V Siber pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten menangkap lima selebgram asal Serang, Cilegon, dan Tangerang yang terjerat endorsemen judi online (judol).

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan, pengungkapan bisnis terlarang endorsemen judol berawal dari kegiatan patroli oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Banten

“Pada 1 Mei 2024, kita berhasil menangkap satu dengan inisial P kemudian inisialnya PWM, terus ditindaklanjuti tanggal 3 Mei itu inisial Okta, kemudian tanggal 7 tanggal 15 dan tanggal 15,” ujarnya di Pressroom Polda Banten pada Senin, 24 Juni 2024.

Diketahui bahwa para tersangka diketahui mempromosikan situs judol di akun Instagram-nya dan mendapatkan keuntungan berupa uang.

Baca Juga :  Optimalkan Program Banten Sehat, Gubernur Andra Soni Serap Aspirasi Pengelola Rumah Sakit

Adapun cara para tersangka mempromosikan situs judol, yaitu dengan mencantumkan tautan/situs judol pada unggahan di akun dan Bio Instagram milik para tersangka.

Lebih lanjut, Didik mengungkapkan, kelima selebgram tersebut memiliki jumlah followers yang terbilang banyak dengan penghasilan dari endorsemen judol mencapai Rp41 juta.

“Dari inisial PWM ini followers-nya 7.989, yang inisial TOR itu 35.000, inisial BRA 20.000, EAS ini 15.000, dan ZC ini 12.000. Kemudian dari masing-masing mereka mendapatkan uang itu dari Rp5 juta sampai yang tertinggi adalah Rp41 juta,” paparnya.

Baca Juga :  Dukung Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik, SPKLU Kini Ada di Istana Kepresidenan Bogor

Adapun barang bukti yang diamankan, di antaranya lima akun Instagram, lima unit handphone bermerek VIVO Y12S warna biru gelap, VIVO 1606 warna gold, Iphone XR warna hitam, Iphone X warna putih, dan Iphone XR warna coral.

Kelima tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat (3) jo Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Anggaran Pilkada Kota Serang Belum Jelas, KPU Usul Rp67 Miliar, Pemkot Sanggup Rp27,5 Miliar

Daerah

PT Mayora Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Pandeglang

Daerah

Andra Soni Launching Sarjana Penggerak Desa di Banten Selatan

Daerah

Banjir Tinggalkan Sampah, Gen Z Tangerang Jawab dengan Urban Farming Zero Waste

Daerah

Lulusan SD Membeludak, Dindikbud Kota Serang: Kouta SMP Negeri Hanya 6.100 Siswa

Daerah

Disbudpar Lebak Benahi Agrowisata Cikapek dan Wisata Tua

Daerah

Terima 5 Penghargaan BKN, Pj Gubernur Banten Al Muktabar: ASN Memberikan Pelayanan Maksimal Bagi Masyaraka
RHI (36), tersangka pemerkosaan anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur, diamankan Satreskrim Polresta Serang Kota.

Hukum

Tak Kuasa Menduda, Pria di Serang Tega Perkosa Anak Kandung Berkali-kali