BagusNews.Co – Menanggapi kritik terkait pembangunan Agrowisata Cikapek yang menyerap anggaran Rp12,1 miliar, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Yosep Holis, menegaskan bahwa seluruh anggaran pembangunan dapat diakses publik melalui LPSE maupun RUP sebagai bentuk transparansi.
“Seperti pada umumnya, anggaran pemerintah dapat diakses baik itu di LPSE maupun RUP sehingga dapat diketahui oleh publik transparansinya,” kata Yosep saat dihubungi, Selasa, 14 April 2026.
Yosep menjelaskan, pengembangan Agrowisata Cikapek telah disusun berdasarkan kajian kewilayahan dan aksesibilitas, terutama sebagai penunjang rute wisata Rangkasbitung–Saba Budaya Baduy yang selama ini belum memiliki rest area representatif.
“Terkait efektivitas penganggaran untuk Agrowisata Cikapek disusun berdasarkan kajian kewilayahan maupun aksesibilitas interkoneksi Saba Budaya Baduy yang menjadi salah satu tujuan utama wisatawan,” ujarnya.
Menurut Yosep, pembangunan destinasi wisata diprioritaskan pada aset milik pemerintah daerah. Agrowisata Cikapek merupakan salah satu aset pemda, sementara untuk lahan di luar aset, Pemkab Lebak berkolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan pihak swasta.
Ia menambahkan, pengelolaan destinasi wisata lama juga terus dibenahi melalui kolaborasi berbagai pihak. Bendungan Cikoncang yang merupakan aset Pemprov telah disusun kajian dan MOU pengelolaan. Pantai Bagedur akan segera dilaksanakan rakor lintas pihak untuk peningkatan tata kelola, sedangkan Bukit Curahem tengah dijajaki kerja sama dengan pihak swasta.
“Sudah disiapkan model kelembagaannya yaitu UPTD Agrowisata Cikapek, saat ini sedang dilaksanakan asistensi dengan Bagian Hukum dan Bagian Organisasi,” tegas Yosep.
Pemerintah daerah berkomitmen agar pengembangan Agrowisata Cikapek dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat, dengan promosi yang akan melibatkan BUMN dan influencer media sosial serta pengawasan bersama inspektorat. (Red/Difeni)







