BagusNews.Co – Astra Infra Toll Road Tangerang – Merak (Astra Tol Tamer) memberikan perhatian serius terhadap kondisi cuaca ekstrem, yang sedang melanda Indonesia khususnya wilayah Banten.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada periode Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2024/2025 yang perlu diwaspadai di sekitar wilayah ruas Tol Tangerang-Merak adalah di sekitar Pelabuhan Merak, yang berpotensi adanya gelombang tinggi, sementara di wilayah lainnya adalah intensitas hujan tinggi.
Menurut Direktur Astra Tol Tamer, Rinaldi, fenomena cuaca ekstrem ini berpotensi mempengaruhi kondisi operasional transportasi laut dan kondisi Jalan Tol menuju penyeberangan Merak ke Bakauheni.
“Kami perlu memastikan infrastruktur kami tetap aman dan nyaman bagi pengguna jalan, untuk itu kami melakukan langkah-langkah preventif untuk mitigasi dampak cuaca ekstrem berdasarkan prosedur tanggap darurat yang kami miliki,” kata Rinaldi dalam rilis yang diterima BagusNews.Co, Senin, 23 Desember 2024.
Strategi yang disiapkan diantaranya pada layanan pemeliharaan jalan, menyiagakan tenaga pemeliharaan jalan, yang akan melakukan penutupan lubang di jalur yang kerap muncul pasca hujan intensitas tinggi.
Selanjutnya memastikan sarana perambuan dan peralatan penanggulangan banjir berfungsi optimal saat kondisi hujan lebat. Sementara pada layanan transaksi, khususnya di Gerbang Tol Merak, untuk mengantisipasi antrian kendaraan yang tertunda untuk menyeberang akibat gelombang tinggi, petugas gerbang disiagakan untuk membantu kebutuhan pengguna jalan di area Gerbang Tol.
Astra Tol Tamer juga menyiagakan tim tanggap darurat yang terdiri dari berbagai unit, seperti ambulan, derek dan rescue yang berkoordinasi dengan Polisi Jalan Raya (PJR).
“Tim ini akan bekerja 24 jam dalam tiga shift untuk merespon keadaan darurat, baik di jalan tol maupun di area sekitar yang terdampak cuaca ekstrem seperti genangan tinggi. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga,” tutur Rinaldi.
Upaya mitigasi kondisi darurat cuaca ekstrem, tambah Rinaldi, membuat pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kepolisian, BMKG, Dinas Perhubungan Banten dan instansi kunci lainnya.
“Kami juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu memeriksa pembaruan cuaca secara berkala dan mematuhi peringatan yang berlaku,” tutup Rinaldi. (Red/Dede)







