BagusNews.Co – Dinkopukmperindag Kota Serang menyiapkan 3.000 paket sembako murah, untuk dibagikan di enam kecamatan jelang bulan suci ramadan.
Kabid Perdagangan Dinkopukmperindag Kota Serang Wiwi Laras Wijayanti mengatakan distribusi paket sembako murah direncanakan bertahap, antara sebelum bulan ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kita menunggu arahan pimpinan apakah disekaliguskan atau bertahap. Bertahap itu maksudnya kita laksanakan nih sebelum puasa dan sebelum lebaran gitu,” kata Wiwi kepada wartawan, Jum’at, 21 Februari 2025.
Wiwi melanjutkan, jika kenaikan harga bahan pokok menjelang ramadan dan Hari Raya Idhul Fitri sudah menjadi hal lumrah.
“Nah, karena memang ini sudah dari tahun ke tahun yang namanya harga menjelang ramadan dan lebaran pasti tinggi,” kata Wiwi.
Masih kata Wiwi, 3000 paket sembako yang akan disubsidi oleh Pemkot Serang melalui Dinkopukmperindag difokuskan disetiap kecamatan dan kelurahan yang masyarakatnya terbilang kurang mampu.
“Nah, setiap kecamatan itu kita alokasikan per session-nya itu 3.000. 3.000 dibagi 6 kecamatan berarti 500 paket. Paket sembako murah itu nanti dibagi berapa kelurahan yang kategori masyarakat kurang mampu. Itu sasaran sasarannya.
Selanjutnya Wiwi mengungkapkan, mekanisme subsidi tersebut adalah dengan memotong harga, sehingga daya masyarakat tetap terjaga.
“Supaya mereka kebeli barang kebutuhan pokok dan kita membantu. Harga barangnya misalnya Rp110 ribu ya kita bantu Rp50 ribu nanti masyarakat hanya belinya dengan harga Rp60 ribu,” ujarnya.
Dengan harga tersebut, masyarakat akan mendapatkan sembako murah, diantaranya ialah minyak goreng.
“Isinya nanti kita lihat yang lagiin naik harga itu mahal itu apa itu yang akan kita subsidi tapi sudah dapat dipastikan salah satunya adalah minyak goreng,” tegasnya.
Terakhir, Wiwi mengatakan lonjakan harga bahan pokok ini sebagai bentuk fenomena ekonomi yang normal, dimana ketika permintaan tinggi juga akan dibarengi dengan harga yang tinggi.
“Penyebab Itu karena di sistem ekonomi kan kalau banyak permintaan maka harga akan naik. Permintaan di bulan puasa dan Ramadan dan lebaran itu tinggi banget, sehingga ya sistem ekonomi yang berlaku,” tutupnya. (Red/Lathif)







