BagusNews.Co – Masa penutupan persidangan tahap II, Edi Irianto langsung datangi dapilnya untuk menyerap aspirasi masyarakat dihari pertama masa reses.
Ia mengatakan titik pertama yang ia kunjungi adalah Taman Krisan, salah satu perumahan di Cipocok Jaya, Kota Serang.
“Hari ini saya reses di perumahan Taman Krisan, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipojok, Jaya. Ketemu dengan masyarakat,” tutur Edi, Selasa, 25 Februari 2025.
Selanjutnya, Edi mengatakan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Taman Krisan ialah terkait fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) yang belum sempat dibangun oleh developer namun sudah diserah terimakan kepada Pemkot Serang.
“Satu tentang tadi bahwa ini adalah perumahan setelah diserahkan terimakan oleh pengembang kemudian mohon kepada Walikota cq Dinas Perkim untuk menindaklanjuti artinya seperti tempat pemakaman umum kemudian jalan dan lain-lain,” ucap Edi.
Selain itu, masalah kesehatan juga muncul dalam masa reses Edi Irianto di Perumahan Taman Krisan.
“Yang kedua, kaitan dengan kesehatan. Ada beberapa yang di antaranya ketika sakit, kemudian berobat di rumah sakit di Kota Serang terkendala kaitan dengan BPJS kaitan dengan penuhnya ruangan dan lain-lain.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Taman Krisan Nana Sunarto mengungkapkan atas ketidakjelasan yang terjadi, akibatnya masyarakat Taman Krisan harus membangun jalannya sendiri secara sukarela yang semestinya menjadi tanggung jawab developer.
“Iya kita aja bangun jalan sendiri itu, harusnya kan sebelum diserahkan kepada Pemkot developer juga harus merapikan semuanya dulu,” ucap Nana.
Masih kata Nana sebelum menerima perumahan dari developer, Pemkot Serang harusnya melakukan cek terlebih dahulu.
“Dicek gitu jangan asal terima sekarang ketika sudah terima apakah kita minta ke Pemkot? Kan tidak mungkin juga iya kan,” imbuhnya.
Nana berharap, kedepannya Pemkot Serang harus memberlakukan syarat dan ketentuan sebelum developer menyerahkan perumahan kepada pemerintah.
“Harapannya pemerintah kota menekankan kepada developer itu harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum menyerahkan perumahan pada pemerintah,” tutup Nana. (Red/Lathif)







