Home / Daerah / Hukum / Pemerintah

Senin, 17 November 2025 - 12:48 WIB

Masyarakat Bojonegara-Pulo Ampel Gelar Unjuk Rasa Tegaskan Penolakan Truk ODOL dan Aktivitas Tambang yang Merusak Jalan

Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Raya Bojonegara-Pulo Ampel l Dok. Dwi MY-BNC

Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Raya Bojonegara-Pulo Ampel l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Warga Bojonegara dan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, yang tergabung dalam 33 organisasi massa melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Raya Bojonegara-Pulo Ampel.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keberlangsungan aktivitas truk over-dimension over-load (ODOL) yang terus melintas di ruas jalan tersebut, meskipun sudah adanya regulasi dari pemerintah daerah.

Aksi unjuk rasa dimulai sejak pukul 09.00 WIB, Senin, 17 November 2025, dimulai dari Kantor Kecamatan Pulo Ampel, kemudian diikuti longmarch menuju Terminal Seruni di Kota Cilegon.

Di sana, massa aksi yang berjumlah ratusan langsung bergerak mendekati pintu Tol Cilegon Timur.

Beberapa truk ODOL yang melintas pun diputar balik oleh aparat keamanan maupun massa aksi sebagai bentuk simbolik penolakan.

Baca Juga :  Anggota Polda Banten Ditemukan Tewas Dengan Luka Tembak

Massa aksi kemudian menggelar orasi secara bergantian melalui pelantang suara, menyampaikan berbagai aspirasinya.

Mereka menyoroti dua isu utama: keberlangsungan aktivitas tambang di wilayah Kabupaten Serang dan kerusakan infrastruktur jalan akibat lalu lintas truk berat tersebut.

Perwakilan warga Pulo Ampel, Luki Sosiawan, mengungkapkan bahwa masih banyak aktivitas tambang yang berlangsung tanpa pengawasan ketat dari pemerintah provinsi.

“Kita di sini jelas, merasakan dampak negatif, kena macet setiap hari. Kita menuntut agar Jalan Pulo Ampel-Bojonegara selayaknya jalan nasional, bukan seperti jalan desa,” ujarnya.

Selain itu, perwakilan dari Srikandi Bojonegara Pulo Ampel juga menyampaikan kekhawatiran terhadap eksploitasi tambang yang terus berlangsung.

Baca Juga :  Normalisasi Sungai Cibanten, Pemkot Serang Gandeng BBWSC-3 dan Pemprov Banten

Mereka menilai bahwa aktivitas ini telah menyebabkan kemacetan yang parah dan mengganggu kegiatan masyarakat sehari-hari, mulai dari mengantar anak ke sekolah hingga berbelanja di pasar.

Dalam orasinya, mereka menegaskan bahwa pemerintah harus segera turun ke lapangan untuk menyaksikan langsung kondisi masyarakat. “Tolong Pak Gubernur datang sekarang juga. Kalau enggak, kami yang datang ke kantor gubernur,” tegas mereka.

Mereka meminta agar aktivitas tambang dihentikan dan jalan diperlebar demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Pengamanan aksi dilakukan secara ketat oleh aparat kepolisian untuk memastikan ketertiban. Aksi ini menunjukkan adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap implementasi regulasi dan pengawasan aktivitas yang selama ini berlangsung. (Red/Dwi)

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Peduli Terhadap Jurnalis Terdampak Banjir, Astra Tol Tangerang Merak Berikan Bantuan

Daerah

Pemprov Banten Optimalkan Peran BUMD Dalam Pengendalian Inflasi

Daerah

Pemprov Banten Optimis Masuk 10 Nasional Dalam Pengelolaan Keuangan dan Aset

Daerah

Bupati Serang Apresiasi Penanganan RTLH Terpadu Satu Data

Daerah

Optimalkan Potensi Ekonomi, Gubernur Banten Dorong Zakat Jadi Modal Usaha Produktif

Daerah

Pemkot Serang Bakal Bangun JPO Digital, Dukung Kehadiran Alun-alun Baru

Daerah

Krisis Listrik di Pulau Tunda, Warga Harapkan Solusi dari Pemerintah Selain Energi Diesel

Daerah

PCNU Pandeglang Deklarasikan Pemilu 2024 Bebas dari Politik Identitas