BagusNews.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan segera memberangkatkan gelombang pertama calon jamaah haji yang akan melaksanakan ibadah di Tanah Suci Arab Saudi.
Sebanyak 385 orang jamaah akan dilepas secara resmi pada pukul 15.00 WIB, sedangkan gelombang berikutnya yang berjumlah 370 orang akan diberangkatkan pada jadwal terpisah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, menegaskan bahwa seluruh proses keberangkatan telah memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan, di mana vaksinasi menjadi syarat mutlak bagi calon jamaah haji yang tidak dapat ditiadakan.
Ia menjelaskan, selain vaksin meningitis yang telah lama menjadi ketentuan baku, saat ini pemberian vaksin polio juga diwajibkan sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan secara menyeluruh.
”Sebagai persyaratan para jamaah haji juga harus divaksin meningitis. Tapi sekarang ini tidak hanya vaksin meningitis saja, ada polio juga. Manfaat vaksin meningitis itu untuk mencegah calon-calon jamaah haji yang datang dari Indonesia supaya tidak terkena radang otak,” ujar Hasan, kepada awak media, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan secara rinci risiko yang ditimbulkan apabila upaya pencegahan tersebut tidak dilaksanakan. Penyakit meningitis yang menyerang selaput pembungkus otak memiliki bahaya yang serius, di mana infeksi yang terjadi dapat menimbulkan peradangan yang berujung pada kelumpuhan bahkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
”Kalau misalnya otak itu kena radang maka lebih lanjut akan lumpuh dan bisa terjadi kematian. Gejala utamanya deman dia, sampai akhirnya tidak bisa bergerak karena lumpuh,” jelasnya.
Risiko penularan dinilai semakin tinggi mengingat ibadah haji diikuti oleh jutaan orang yang berkumpul dari berbagai negara di dunia. Tanpa perlindungan yang memadai, penyakit yang dibawa oleh jamaah dari negara lain dapat dengan mudah menular, bahkan berpotensi terbawa masuk ke Indonesia dan menyebar kepada masyarakat luas.
”Jadi itu yang dikhawatirkan jamaah haji Indonesia kalau tidak dikasih kekebalan atas penyakit tersebut, karena di sana itu jutaan jamaah yang datang dari berbagai negara. Takut ada yang membawa atau virus itu tertular, dan dibawa ke Indonesia kemudian menulari warga di sekitarnya,” katanya.
Hasan memastikan bahwa seluruh calon jamaah yang akan diberangkatkan telah mendapatkan vaksinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan, tidak ada satu pun peserta yang dikecualikan dari kewajiban tersebut, mengingat hal ini juga menjadi syarat administrasi yang akan diperiksa secara ketat.
”Jumlah vaksin yang kita siapkan diberikan sesuai jumlah jamaah haji yang akan diberangkatkan. Tidak boleh tidak diberikan vaksin meningitis kepada jamaah haji yang akan berangkat, walaupun satu orang. Kalau sekarang ada 385 jamaah haji yang berangkat itu dipastikan harus sudah diberikan vaksin meningitis,” ungkapnya.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa kepemilikan sertifikat internasional vaksin menjadi bukti sah yang akan diperiksa di pintu keberangkatan. Calon jamaah yang tidak dapat menunjukkan bukti tersebut dipastikan tidak akan diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
”Intinya calon jamaah haji harus divaksin, kalau tidak divaksin bermasalah dia, akan ditolak, sebab di Imigrasi akan diperiksa bukunya apakah sudah divaksin atau belum. Kalau sudah divaksin ada sertifikat internasional vaksin (ISV),” tambah Hasan.
Mengingat perbedaan kondisi iklim di Tanah Suci yang cenderung panas pada siang hari dan cukup dingin pada malam hari, Hasan menyampaikan sejumlah imbauan kesehatan yang perlu diperhatikan oleh seluruh jamaah.
Salah satu langkah pencegahan utama yang disarankan untuk calon jamaah haji adalah memperbanyak konsumsi air putih untuk menghindari risiko dehidrasi akibat suhu udara yang tinggi.
Tah hanya itu, jamaah juga disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin guna memelihara daya tahan tubuh. Bagi jamaah yang telah memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, diharapkan untuk tetap menjaga kondisi kesehatannya serta membawa persediaan obat-obatan yang dibutuhkan agar kondisinya tetap terkontrol selama menjalankan ibadah.
Untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, Pemkot Serang menugaskan tenaga medis untuk mendampingi jamaah haji asal Kota Serang dalam perjalanan ibadah.
Setiap kelompok keberangkatan akan didampingi oleh satu orang dokter dan dua orang tenaga perawat, yang bertugas memberikan pelayanan medis serta penanganan kesehatan apabila dibutuhkan.
”Oh iya dikawal oleh petugas kesehatan setiap kloter itu, satu dokter dan dua perawat. Insya Allah nanti jamaah haji asal Kota Serang sampai Embarkasi, bandara, sampai ke Arab Saudi, Mekkah, Madinah, sampai ikut pulang lagi ke Indonesia itu petugas kesehatan selalu mendampingi. Dan saya selalu mantau tenaga kesehatan itu dari Indonesia,” pungkas Hasan. (Red/ Roy)







