BagusNews.Co – Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Virgojanti mengajak kepada seluruh kader posyandu untuk aktif mengajak dan memastikan balita yang ada didaerah melakukan pengukuran secara rutin.
“Kita harus memastikan itu, karena tingkat kunjungan masyarakat yang memiliki anak balita ini sangat menentukan sekali terhadap capaian kinerja penanganan stunting,” ungkap Virgojanti usai membuka Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting dalam Rangka Intervensi Serentak Melalui Rakornis Kemitraan Provinsi Banten tahun 2024 di Aula ASTON Serang Hotel, Kota Serang, Selasa 28 Mei 2024.
“Ibu hamil dan anak balita terus kita upayakan agar bisa datang ke posyandu dan pos kesehatan yang ada dalam rangka penanganan permasalahan stunting,” sambungnya.
Selanjutnya, Virgojanti mengatakan guna mencapai target prevalensi stuting 14 persen pada 2024 dibutuhkannya sinergi dan kolaborasi semua pihak terkait. Serta yang berkonsentrasi dalam percepatan penurunan stunting.
“Tahun 2024 kita tetap berkomitmen bersama untuk menurunkan stunting, dimana target pusat itu 14 persen dan kita ingin apa yang telah dicanangkan pusat dapat tercapai,” katanya
Selanjutnya, Virgojanti menyampaikan pihaknya terus berupaya dengan berbagai langkah yang dilakukan. Termasuk pada Juni 2024 ini akan dilakukam intervensi secara serentak dari berbagai bidang dalam percepetan penurunan stunting.
“Kami berharap kolaborasi yang baik antar seluruh instansi, dimana sesuai pesan wapres setiap instansi yang terkait percepatan penuruan stunting bisa melakukan upaya intervensi secara serentak sehingga target kita secara nasional 14 persen ini dapat tercapai,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten Rusman Efendi menyampaikan dalam rangka memastikan pelaksanaan pencegahan stunting, akan dilakukan 10 langkah pasti yang digelar secara serentak seluruh Indonesia.
“Ini akan dilaksanakam secara serentak pada Juni 2024, dan diharapkan dalam pelaksnaan penurunan stunting semua sektor saling kait mengkait dan menyasar dari hulu sampai hilir, serta melakulam intervensi spesifik maupun sensitif,” ujarnya.
Langkah 10 pasti tersebut meliputi, memastikan pendataan
seluruh Catin, Ibu Hamil, dan
Balita yang ada di wilayah
kerjanya untuk menjadi
sasaran. Selanjutnya memastikan seluruh Catin mendapatkan pendampingan dan memastikan kehadiran Ibu Hamil serta Balita datang ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Kemudian, memastikan ketersediaan alat antropometri terstandar di seluruh Posyandu, memastikan seluruh Kader Posyandu memiliki keterampilan dalam pengukuran antropometri terstandar serta penyuluhan untuk Ibu Hamil dan Balita, memastikan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar dan memastikan intervensi pada Ibu Hamil dan Balita yang bermasalah gizi.
Serta, memastikan seluruh Ibu Hamil dan Balita diberikan edukasi di Posyandu, memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam sistem informasi e-PPGBM di hari yang sama, memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak dan memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi serentak termasuk rujukan kasus ke fasilitas layanan kesehatan.(Red/Dede)







