Home / Daerah

Senin, 3 Juni 2024 - 10:33 WIB

DPRKP Banten Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan dengan Biopori

Kepala DPRKP Provinsi Banten M. Rachmat Rogianto | Dok. Istimewa

Kepala DPRKP Provinsi Banten M. Rachmat Rogianto | Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Provinsi Banten mendorong masyarakat untuk peduli lingkungan. Salah satunya dengan membuat lubang biopori.

Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.

Kepala DPRKP Provinsi Banten, Rachmat Rogianto mengatakan, biopori memiliki segudang manfaat bagi ekologi dan lingkungan. Lubang itu juga dapat memperluas bidang penyerapan air, sebagai penanganan limbah organik, dan meningkatkan kesehatan tanah.

“Selain itu, biopori juga bermanfaat secara arsitektur lanskap sehingga telah digunakan sebagai pelengkap pertamanan di lingkungan perumahan yang menerapkan konsep rumah hijau,” kata pria yang akrab disapa Omi itu, Senin (27/5/2024).

Omi menjelaskan, pembuatan biopori juga sangat mudah, yaitu dengan membuat membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos.

“Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. Biopori (juga) mampu meningkatkan daya penyerapan tanah terhadap air, sehingga risiko terjadinya penggenangan air (waterlogging) semakin kecil,” jelasnya.

Baca Juga :  Ratu Tatu Klaim Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Serang Turun

Menurut Omi, air yang tersimpan ini dapat menjaga kelembaban tanah bahkan di musim kemarau. Keunggulan ini dipercaya bermanfaat sebagai pencegah banjir.

“Dinding lubang biopori akan membentuk lubang-lubang kecil (pori-pori) yang mampu menyerap air. Sehingga dengan lubang berdiameter 10 cm dan kedalaman 100 cm, dengan perhitungan geometri tabung sederhana akan didapatkan bahwa lubang akan memiliki luas bidang penyerapan sebesar 3.220,13 cm2,” ujarnya.

Omi menilai, tanpa biopori, area tanah berdiameter 10 cm hanya memiliki luas bidang penyerapan 78 cm persegi.

“Intinya, biopori juga bermanfaat untuk menjaga keberadaan air tanah dan kelestarian mata air. Teknik ini menjadi alternatif penyerapan air hujan di kawasan yang memiliki lahan terbuka yang sempit, dan juga dapat meminamilisir adanya genanagn yang mengakibatkan banjir,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemkot Tangerang Resmi Launching Maskot dan Hitung Mundur Popda XI dan Peparpeda XII Banten 2024

Dari sisi ekologi, Omi mengungkapkan, lubang biopori juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengubah sampah organik menjadi kompos.Pengomposan sampah organik mengurangi aktivitas pembakaran sampah yang dapat meningkatkan kandungan gas rumah kaca di atmosfer.

“Jadi, setelah proses pengomposan selesai, kompos ini dapat diambil dari biopori untuk diaplikasikan ke tanaman. Kemudian biopori dapat diisi dengan sampah organik lainnya,” ungkapnya.

“Biopori juga dapat meningkatkan aktivitas organisme dan mikroorganisme tanah sehingga meningkatkan kesehatan tanah dan perakaran tumbuhan sekitar. Organisme dan mikrorganisme tanah memiliki peran penting dalam ekologi diantaranya sebagai detritivora dan pengikat nitrogen dari atmosfer,” sambungnya.

Pihaknya berharap, masyarakat dapat membuat lubang biopori di halamn rumahnya.

“Tentunya pembuatan lubang itu jangan dilakukan di tanah yanv tertutup semen, harus di halaman rumah yang memang bebas dari benda padat dan harus langsung bersentuhan dengan tanah. Apalagi banyak kegunaan dan manfaatnya, terutama di daerah rawan banjir dan rawan kekeringan,” tandasnya. (ADV)

Share :

Baca Juga

Daerah

Harga Daging dan Bawang Melonjak di Pasar Kelapa Dua Tangerang

Daerah

Momentum Muharram, Pemkot Tangsel Dorong Perubahan Perilaku dan Pendidikan

Daerah

A Damenta Tinjau Posyan Nataru 2024 di Kota Serang

Daerah

Paripurna HUT ke-24 Provinsi Banten Diwarnai Interupsi

Daerah

Lambung Jadi Penyakit Paling Umum Saat Puasa Ramadan, Berikut Ini Penyebabnya

Daerah

Angka Pengangguran di Kota Serang Turun 6,95 Persen

Daerah

Gubernur Andra Soni Resmikan Pos Kesehatan Merah Putih di Kota Serang

Daerah

Jembatan Penghubung Empat Desa di Cimanggu Runtuh, Warga Bergotong Royong