Home / Daerah / Health

Kamis, 31 Oktober 2024 - 19:50 WIB

Ratu Tatu Klaim Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Serang Turun

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berfoto bersama jajaran dalam acara Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu di Lapangan Tenis Indoor Setda Kabupaten Serang pada Kamis, 31 Oktober 2024. Dwi MY

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berfoto bersama jajaran dalam acara Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu di Lapangan Tenis Indoor Setda Kabupaten Serang pada Kamis, 31 Oktober 2024. Dwi MY

BagusNews.Co — Kabupaten Serang mengalami penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang signifikan selama tiga tahun terakhir, bahkan berada di bawah tingkat nasional.

Demikian diungkapkan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah usai menghadiri acara Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu di Lapangan Tenis Indoor Setda Kabupaten Serang pada Kamis, 31 Oktober 2024.

Tatu menjelaskan, penurunan angka kematian ibu dari 54 kasus pada 2022 menjadi 34 kasus pada 2023, dan hanya 21 kasus hingga Oktober 2024.

“Kalau untuk angka kematian bayi, Tahun 2023 sebanyak 200 bayi meninggal dan Tahun ini hanya 106 bayi, ini penurunan yang sangat signifikan”, kata Tatu.

Lebih lanjut, kata Tatu, kegiatan peningkatan kapasitas bagi kader posyandu penting dilakukan setiap tahun oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan motivasi kepada kader dalam melayani masyarakat.

Baca Juga :  Logistik Pilkada 2024 Tiba di Pulau Tunda

“Jadi ketika ada kegiatan seperti ini disampaikan supaya mereka juga lebih semangat, tentunya ucapan terima kasih kita kepada mereka,” ucapnya.

Ia mengatakan, pada momen tersebut juga diberikan penghargaan bagi para kader posyandu berprestasi atau kader teladan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atas penilaian Dinkes agar para kader jadi lebih semangat lagi.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang Rahmat Fitriadi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan fokus untuk prioritas strategis angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Salah satu programnya, memperkuat layanan integrasi pelayanan kesehatan primer.

“Jadi pelayanan kesehatan primer tersebut diharapkan bisa menurunkan lebih rendah lagi untuk angka kematian ibu dan angka kematian bayi ini, itu yang pertama sasarannya,” katanya.

Baca Juga :  FKUB Kabupaten Serang Belajar Toleransi di Bali: Misi untuk Meningkatkan Kerukunan Umat Beragama

Oleh karenanya, dalam integrasi layanan primer (ILP) pada masyarakat yang ada di desa dan kecamatan, kader posyandu menjadi salah satu fokus karena mereka merupakan agen.

“Agen di dalam menyampaikan informasi, melakukan edukasi, melakukan promosi, dan lain-lain sehingga tentunya perlu adanya peningkatan kapasitasnya,” tuturnya.

Turut hadir para pejabat eselon II di Lingkungan Pemkab Serang, para camat, para kepala puskesmas se Kabupaten Serang, Anggota DPRD Kabupaten Serang, Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, Ketua TP PKK Kabupaten Serang, Habibah, dan sekitar 500 kader posyandu se Kabupaten Serang. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dindikpora Pandeglang Salurkan Bantuan Untuk Dua Anak Nyaris Putus Sekolah

Daerah

Aktivasi IKD di Kota Serang Masih Jauh Dari Target

Daerah

Pj Gubernur Banten Gandeng Kejati Kuatkan Reformasi Birokrasi

Daerah

Tol Tangerang-Merak Ramai Lancar, 450 Ribu Kendaraan Melintas pada Libur Idul Adha

Daerah

Pemprov Banten Akan Terus Perkuat Permodalan Bank Banten

Daerah

Diskominfo Kabupaten Serang Bangun Smart City Desa Lewat Aplikasi SIDEKA-NG

Daerah

Progam Seragam Gratis, Pemkot Serang Butuh Anggaran Rp60 Miliar

Daerah

Disparpora Kota Serang Ingin Sulap Situs Banten Girang Jadi Kawasan Wisata Sejarah