BagusNews.Co – Jembatan utama yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, runtuh.
Kejadian tersebut menyebabkan akses jalan utama terputus total, menghambat mobilitas ribuan warga dan memengaruhi berbagai aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.
Jembatan yang terletak di Kampung Pasir Nangka, Desa Keramatjaya, ini merupakan jalur utama yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Cimanggu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, insiden tersebut terjadi pada Minggu sore, 7 Desember 2025 sekira pukul 15.00 WIB saat sebuah truk pengangkut kayu melintas di atasnya.
Sekretaris Desa Keramatjaya, Apandi, mengonfirmasi bahwa jembatan runtuh tepat saat kendaraan tersebut berada di tengah bentang jembatan.
“Jembatan ini memang sudah lama rusak karena usia. Tapi hari ini, saat sebuah truk bermuatan kayu melewati jembatan, tiba-tiba bagian tengahnya ambrol total,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa truk tersebut sempat terjebak karena tidak bisa maju maupun mundur akibat keruntuhan struktur jembatan.
“Truk itu macet di atas, tidak bisa bergerak. Bebannya berat, dan kondisi jembatan sudah rapuh,” tambahnya.
Apandi menegaskan bahwa jembatan yang ambruk tersebut adalah satu-satunya akses utama menuju ke empat desa di wilayah Cimanggu.
“Ini jembatan utama. Banyak desa menggantungkan aksesnya pada jembatan ini,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, jalan penghubung sementara hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan mobil berukuran kecil melalui jalur alternatif yang menuju Desa Mangku Alam.
“Untuk sementara, kendaraan bisa lewat arah Desa Mangku Alam. Dari gerbang Desa Keramatjaya belok kiri menuju Mangku Alam. Nanti di ujung bisa keluar ke Kampung Nagrog dan Kampung Sindangjaya jika hendak menuju Desa Cibadak,” jelasnya.
Apandi menyebut bahwa pihak desa sebelumnya telah melaporkan kondisi kerusakan jembatan kepada pemerintah setempat. Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi yang diterima.
“Usulan sudah kami sampaikan sebelumnya. Mudah-mudahan pemerintah pusat cepat merespons karena ini menyangkut hajat hidup banyak warga,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, truk bermuatan kayu masih berada di lokasi kejadian, sementara warga bergotong royong mengatur jalur darurat untuk mempermudah akses warga.
Tidak ada laporan korban jiwa, namun aktivitas sosial dan ekonomi di empat desa terdampak cukup signifikan karena tertutupnya akses utama. (Red/Difeni)







