BagusNews.Co — Sebanyak 81 anak yang berasal dari Kecamatan Cinangka dan sekitaranya antusias mengikuti khtanan massal yang diselenggarakan Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang, Minggu, 9 Juni 2024.
Kegiatan yang bertujuan untuk membantu warga yang kurang mampu dari segi ekonomi dan melaksanakan syariat Islam ini dihadiri seluruh Muspika Kecamatan Cinangka dan pimpinan NFBS Serang berlangsung meriah.
Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang antusias datang lebih awal untuk mengantar anggota keluarganya yang akan dikhitan, padahal acara baru akan dimulai pukul 07.30 WIB.
Penanggung jawab khitanan massal Bambang Setyantoro mengau bersyukur dan berterima kasih atas terselenggaranya acara tersebut.
Bambang mengapresiasi kinerja panitia dan seluruh mitra yang telah bekerja keras demi terselenggaranya kegiatan ini.
“Terima kasih dan jazakumullohu khoiron katsiiroo kepada segenap panitia dan sponsor kegiatan baksos khitanan massal atas partisipasi dan dukungannya. Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan segala kebaikan, rezeki, rahmat dan berkahNya bagi kita semua,” ujar Bambang sebagaimana rilis yang diterima BagusNews.Co.
Senada dengan itu, Camat Cinangka Tuti Setiawati mengucapakan rasa teriama kasihnya dan penghargaan yang setinggi–tingginya kepada NFBS Serang yang telah membantu warga untuk khitan gratis sehingga dapat membantu kesulitan para warganya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada NFBS Serang yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kegiatan ini sangat membantu sekali bagi para warga. Semoga apa yang telah dikorbankan ini, baik tenaga, materi dan pikiran mendapat balasan dari Allah Swt, “ ujar camat yang baru beberapa minggu menjabat ini.
Samaun, seorang warga yang anaknya mengikuti khitanan masal ini, mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu warga terutama dari kalangan ekonomi kurang mampu untuk melaksanakan proses khitan anak-anak mereka.
“Saya sangat bersyukur, kegiatan khitanan massal ini sangat bagus dan sangat membantu terutama bagi kami yang terkendala masalah ekonomi,” ujar pria yang tinggal di Kampung Cikalahi, Desa Mekarsari. (Red/Dwi)







