Home / Nasional

Sabtu, 5 Februari 2022 - 06:18 WIB

KBRI Nur-Sultan dan Duta Besar RI untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan Raih Penghargaan Social Media Awards 2022

BagusNews.Co – KBRI Nur-Sultan, Kazakhstan berhasil meraih penghargaan Social Media Awards (SMA) 2022 pada posisi kelima (ke-5) dalam kategori “Best Performance Mission” kluster penduduk hingga 40 juta jiwa dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2022 pada tanggal 6 Januari 2022.

Pada kesempatan yang sama Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, Bapak Dr. Mochamad Fadjroel Rachman berhasil meraih ranking 2 (dua) dalam kategori “Digital Head of Mission”.

Dr. Mochamad Fadjroel Rachman Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Luar Negeri atas Penghargaan rangking 2 (dua) sebagai Kepala Perwakilan/Head of Mission (Umum) dan di posisi kelima (ke-5) sebagai “Best Performance Mission” Kluster Penduduk Hingga 40 Juta Jiwa.

Disampaikan pula Penghargaan Social Media Awards 2022 yang dicapai oleh KBRI Nur-Sultan tidak lepas dari kerja keras dan kerjasama seluruh staf KBRI Nur-Sultan serta komitmen dan semangat dari KBRI Nur-Sultan untuk melayani segenap stakeholders KBRI Nur-Sultan.

Baca Juga :  Srikandi ARUN Linda Kartika Dewi: Program MBG Hadirkan Keadilan Sosial dan Gerakkan Ekonomi Rakyat

Dubes Fadjroel juga menyampaikan kepada Tim KBRI bahwa penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

“Semoga penghargaan dari Kemlu ini bisa melipatgandakan motivasi seluruh Tim KBRI Nur-Sultan untuk terus menciptakan inovasi dalam pelayanan sebagai The Serving Embassy dan juga ikhtiar mewujudkan organisasi yang sejalan dengan agenda good governance dan penegakan zona integritas serta memaknai revolusi digital dengan memaksimalkan digital diplomacy, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dan kertas tugas dari Menlu Retno Marsudi”.

Social Media Awards 2022 merupakan bentuk apresiasi Pimpinan Kemlu atas kinerja Perwakilan RI dan Kepala Perwakilan RI terkait penggunaan media sosial (Instagram, Facebook,Twitter dan Youtube).

Pada SMA tahun ini, Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Kelompok PRPB (Perwakilan Rawan, Perwakilan Berbahaya), Kelompok Perwakilan di negara berpenduduk hingga 40 juta jiwa, Kelompok Perwakilan di negara berpenduduk di atas 40 juta jiwa.

Baca Juga :  JAM Coin Resmi Diluncurkan, Bangun Ekosistem Digital Berbasis Utilitas di Indonesia

Dari masing-masing kelompok perwakilan tersebut, diberikan penghargaan dengan kategori “Best Performance Mission” dan kategori “Best Growth Mission” bagi Perwakilan RI yang mengalami peningkatan kinerja paling signifikan.

Selain itu, kepada Kepala Perwakilan RI diberikan penghargaan “ Digital Head of Mission” untuk kategori Kepala Perwakilan PRPB dan Umum.

Penilaian Social Media Awards (SMA) 2022 dilakukan oleh pihak ketiga independen yang memiliki kompetensi di bidang teknologi big data untuk Twitter, Facebook, Instagram, Youtube dan platform sosial media lainnya.

Kriteria penilaian SMA pada tahun 2022 terdiri dari, Keaktifan dan penggunaan tagar narasi besar Kemlu, Interaksi akun dengan para followers, Penggunaan konten visual yang diterima dengan baik oleh followers.

“Kami akan bekerja lebih keras lagi agar menjadi yang terbaik di tahun berikutnya”, ujar Dubes Fadjroel. (rls/anr)

Share :

Baca Juga

Daerah

A Damenta Ungkap Kolaborasi Kunci Pemajuan Budaya

Daerah

SERUNI Kabinet Merah Putih Akan Kunjungi Kota Serang

Daerah

Sambut Kedatangan Wapres KH Ma’ruf Amin di Tanara, Al Muktabar : Tadi Kita Membahas Terkait Pangan

Nasional

PAN Banten Siap Dukung Kembali Zulhas Pada Kongres 2025

Daerah

Bawaslu Provinsi Banten Raih Juara 3 Tingkat Nasional dalam Ajang Anugerah Tinarbuka 2023

Daerah

Kemendagri Jelaskan Uang Daerah di Bank sebagai Uang Kas, Bukan Disimpan

Daerah

Al Muktabar Hadiri Upacara Penutupan PPRA 2024 Lemhannas RI

Nasional

Perketat Pengawasan, Menteri LH Sebut Kasus Cs-137 di Cikande Jadi Titik Balik Perbaikan Regulasi