Home / Nasional

Senin, 13 Oktober 2025 - 14:16 WIB

Perketat Pengawasan, Menteri LH Sebut Kasus Cs-137 di Cikande Jadi Titik Balik Perbaikan Regulasi

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq l Dok. Dwi MY-BNC

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Menyusul temuan kasus pencemaran radiasi Cesium 137 (Cs-137) di kawasan Cikande, Kabupaten Serang, Pemerintah Indonesia saa ini tengah melakukan perbaikan regulasi dan pengawasan terkait potensi bahaya radiasi.

Kasus Pencemaran di Cikande tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pengawasan bahan radioaktif di dalam negeri, sekaligus menegaskan langkah-langkah strategis dalam menanggulangi risiko radiasi secara nasional.

Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq saat diwawancarai, Senin, 13 Oktober 2025.

Menurutnya, pemerintah tengah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki regulasi yang ada agar lebih ketat dan efektif.

“Dari sisi regulasi, momentum ini menjadi titik balik untuk memperbaiki segala regulasi yang diperlukan dalam rangka pengetatan potensi terjadinya radiasi dari bahan radioaktif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah ini penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.

Salah satu langkah nyata yang telah diambil adalah penghentian sementara impor scrap baja dan besi, yang diduga menjadi salah satu sumber kontaminasi.

Baca Juga :  Al Muktabar Dampingi Presiden Jokowi Buka Rakernas HIPMI di ICE BSD Tangerang

“Hari ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perdagangan telah menghentikan importasi scrap besi sampai ada penyelesaian penataan tata laksana di industri dan portal masuknya,” jelas Hanif.

Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya pengendalian ketat terhadap bahan impor yang berpotensi membawa bahan radioaktif secara ilegal atau tanpa pengawasan yang memadai.

Selain penghentian impor, lanjut Hanif, pemerintah juga fokus pada pengetatan regulasi di industri pengolahan dan distribusi bahan radioaktif.

Menurutnya, peninjauan kembali terhadap prosedur pengawasan bahan radioaktif, serta peningkatan sistem monitoring dan pelaporan, menjadi prioritas utama.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses pengangkutan, penyimpanan, dan penggunaan bahan radioaktif di Indonesia dapat diawasi secara ketat dan transparan.

“Jadi mungkin itu, saya mohon doanya, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Pemerintah Republik Indonesia bisa menyelesaikan kasus ini sehingga memberikan rasa keamanan, kepastian dan kenyamanan buat kita semua, mempertahankan keunggulan ekonomi dan kesejahteraan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jangkau 96 Persen Masyarakat Serang, Tri Hadirkan Promo Menarik dan Jaringan Andal

Tak hanya itu, Hanif menegaskan, pemerintah juga bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan kajian mendalam terkait regulasi dan tata laksana bahan radioaktif.

“Kita sedang kaji secara mendalam oleh Bareskrim dengan dukungan BRIN dan Bapeten semua lini dilakukan penyelidikan dengan saksama untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak boleh terjadi lagi di republik ini,” ungkap Hanif.

Ia juga mengatakan, penyelidikan mendalam mengenai siapa yang paling bertanggung jawab juga terus dilakukan. Menurutnya, upaya ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Jadi dalam waktu yang tidak terlama, mudah-mudahan bisa segera terurai permasalahan dari radiasi Cesium 137,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Yandri Susanto Janji Selesaikan Persoalan Desa Tertinggal

Daerah

Ayam Gerem Asem Khas Banten: Sensasi Asam Pedas yang Menggugah Selera

Ekonomi

Kemendagri Dorong Pemda Tingkatkan Investasi

Nasional

Banyak Pemudik Menggunakan Kendaraan Listrik, PLN Siagakan SPKLU di Pelabuhan Merak

Nasional

Temui Wakil Presiden, AHY Minta Doa dan Nasihat Melawan Mafia Tanah

Daerah

Rakor Bersama Menteri PU dan ATR/BPN, Gubernur Banten Andra Soni: Banjir Merupakan Permasalahan Bersama

Daerah

Dema Fisip UIN Bandung Gelar Seminar Nasional Demokrasi di Ujung Tanduk

Daerah

Dukung Net Zero Emission 2060, PLN UID Banten Gandeng Forkopimda Kota Cilegon Gelar Konvoi Kendaraan Listrik