Home / Daerah

Selasa, 30 Mei 2023 - 16:09 WIB

Lahan Tanaman Talas Beneng di Provinsi Banten Mencapai 263 Hektar

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid | Dok BNC

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid | Dok BNC

BagusNews.Co – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan saat ini luas lahan tanaman Talas Beneng di Provinsi Banten telah mencapai 263 hektar yang tersebar di tiga daerah.

Ketiga daerah tersebut, diantaranya Kabupaten Pandeglang 197 hektar, Kabupaten Serang 19 hektar dan Kabupaten Lebak 47 hektar.

“Talas Beneng ini bisa dikembangkan di seluruh wilayah di Provinsi Banten, baik perkotaan maupun pedesaan. Perawatannya juga terbilang mudah, cukup diberi pupuk serta penyiraman secara rutin. Tidak memerlukan perawatan khusus,” ungkap Agus, Selasa (30/5/2023).

Dirinya menyampaikan usia panen umbi-umbian asal Banten ini mencapai 10 bulan. Namun karena komoditi ini termasuk zero waste, sehingga daun dan batangnya juga bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomi yang cukup tinggi.

“Daunnya bisa dimanfaatkan ketika usia tanaman mencapai 4-9 bulan,” ujarnya.

Diungkapkan Agus, secara keseluruhan baik umbinya, batang maupun daunnya, ada 17 produk turunan atau hilirisasi yang bisa dioptimalkan. Seperti umbinya baik kering (Geplek) maupun basah. Daunnya juga baik kering maupun basah.

Baca Juga :  DP3AKKB Usung Program Banten ASIK Tekan Angka Stunting

“Untuk kebutuhan di Bogor saja, dalam seminggu itu membutuhkan sekitar 7 ton umbi kering atau gaplek dari kita. Peluangnya sampai sekarang masih cukup tinggi, karena suplai kita masih belum mencapai itu,” ucapnya.

Daerah lainnya yang peluang permintaan umbi basah cukup tinggi itu seperti Bekasi sebanyak 8 ton per bulan, Sukabumi 7 ton per bulan dan Semarang 10 ton perhari.

Sedangkan batangnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan industri tekstil setelah memasuki masa panen. Kemudian daunnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan alternatif tembakau dengan kandungan nikotinnya sampai nol persen.

“Ada tujuh negara dengan permintaan ekspor yang cukup tinggi, seperti Australia, Belanda, Malaysia, India, Turkey, New Zealand dan Korea Selatan (Korsel),” ucapnya.

Australia, lanjut Agus, dalam sebulan permintaan ekspornya mencapai 200 ton daun kering Talas Beneng, Malaysia 40 ton per bulan, dan New Zealand 100 ton per bulan.

Baca Juga :  Al Muktabar Optimis Kamtibmas di Banten Selalu Terjaga

Lalu untuk permintaan umbi basahnya, Belanda membutuhkan 70 ton per bulan dan Korsel 100 ton per bulan. Untuk permintaan gaplek dari India dan Turkiye masing-masing sebanyak 50 ton per bulan.

“Daun talas beneng basah harga pasarannya Rp1.500/kg, daun keringnya Rp20.000/kg dan umbi basah Rp1.500 s.d 2.500/kg serta umbi kering Rp7.000/kg,” ucapnya.

Untuk ketersediaannya sendiri, daun Talas Beneng basah baru mencapai 100 ton per bulan, daun kering 18 ton per bulan dari peluang pasar 322 ton per bulan. Lalu umbi basah 200-500 ton per bulan serta umbi kering 5 ton per bulan dari kebutuhan 25 ton.

“Pak Pj Gubernur Banten Al Muktabar sudah mencontohkan bagaimana kawasan di Rumah Dinas (Rumdin) banyak ditanami Talas Beneng, kita juga tentunya harus mengikuti juga,” tandasnya. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pembangunan Jalan Tonjong-Banten Lama untuk Penguatan Infrastruktur Kawasan Industri Banten Utara

Daerah

KPU Siapkan Aplikasi Sirekap untuk Rekapitulasi Suara di PSU Pilkada Kabupaten Serang

Daerah

Angka Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Serang Turun, Pemprov Banten Apresiasi

Daerah

Sambut HUT Bhayangkara, Polres Pandeglang Buka Layanan Pembuatan SKCK di CFD

Daerah

Pemprov Banten Siap Dukung Persiapan Arus Mudik Lebaran 2024

Daerah

Sekda Kota Serang Imbau ASN Tetap Waspada dan Berhati-hati di Bulan Ramadan

Daerah

Andra Soni Tegaskan Komitmen Percepatan Reforma Agraria di Provinsi Banten

Daerah

Jaringan Muhaimin Kota Serang Gelar Diskusi Politik Kesejahteraan Demokrasi