BagusNews.Co – Fenomena El Nino atau musim kemarau tahun 2023 membuat sebagian besar persawahan di Provinsi Banten mengalami kekeringan. Namun hal itu tidak mengganggu tradisi seren taun masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang, di Kabupaten Lebak.
Tradisi seren taun merupakan ritual menyimpan padi hasil panen di leuit (lumbung padi), yang dilakukan masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang setiap tahun sekali, tepatnya setelah masyarakat panen raya padi di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Dalam pelaksanaan ritual tradisi seren taun, Pj Gubernur Banten Al Muktabar didampingi Pj Sekda Banten Virgojanti, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi dan para pejabat di lingkungan Pemprov Banten ikut serta melaksanakan proses seren taun dengan menyimpan padi hasil panen di leuit milik masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang.
Ketua Tokoh Adat Kasepuhan Cisungsang Abah Usep Suyatma mengatakan, dalam menjaga ketahanan pangan, masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang selalu menjaga apa yang telah dititipkan oleh para leluhur, sehingga masyarakat selalu mempertahankan budaya dan kearifan lokal.
“Kami dan pemerintah daerah bersama-sama membantu masyarakat. Perlu disadari masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang telah ada sebelum negara ini lahir, sehingga masyarakat Kasepuhan Cisungsang betul-betul bertanggungjawab dalam mempertahankan budaya dan kearifan lokal,” kata Abah Usep usai tradisi seren taun, Minggu, 27 Agustus 2023.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar yang ikut melakukan tradisi seren taun masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang 2023 mengungkapkan, tradisi seren taun ini merupakan salah satu langkah masyarakat Kasepuhan Cisungsang dalam menjaga stabilitas pangan daerah.
Menurut Al Muktabar, masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang secara turun temurun telah melakukan geostrategi kedaulatan pangan daerah, yaitu langkah strategis untuk mencapai kedaulatan pangan itu dengan memperkuat produksi pangan di wilayah Kasepuhan Cisungsang sesuai dengan kearifan lokal.
“Kita bersama-sama terus mengupayakan kedaulatan pangan sesuai apa yang menjadi arahan Bapak Presiden, yang salah satunya Proyek Strategis Nasional Kedaulatan Pangan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Al Muktabar secara simbolis memberikan bantuan kepada masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang berupa Bantuan dukungan pelaksanaan kegiatan Seren Taun sebesar Rp 75 juta, bantuan sembako untuk Masyarakat Adat sebanyak 100 Orang, Pemberian Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Pemberian Bantuan untuk Mushola.
Al Muktabar menambahkan, pada kesempatan ini juga pemprov berjanji akan memperbaiki aliran irigasi air yang menjadi tumpuan pengairan pertanian masyarakat Kasepuhan Cisungsang, serta memperbaiki jalan Cikurai-Cisitu yang selama ini kondisinya cukup rusak parah.
“KIta akan bersama-sama menggiatkan pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Kasepuhan Cisungsang serta peningkatan sektor ketahanan pangan,” pungkas Al Muktabar. (Red/Dede)







