BagusNews.Co – Polresta Tangerang bersama Unit Reskrim Polsek Cikupa melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan jenazah pria yang bermata pencari sebagai tukang cilok pada Selasa, 2 Juni 2026, di kontrakan Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa.
Identitas korban diketahui berusia 33 tahun dan berasal dari Bangkalan, Jawa Timur. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan terkait motif di balik kejadian yang menewaskan pria tersebut, terutama karena luka dan memar yang ditemukan di tubuhnya, sementara polisi belum dapat memastikan penyebabnya.
Tim forensik dari RSUD Balaraja telah melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan delapan luka yang bervariasi ukurannya di tubuh korban. Luka-luka tersebut diduga berasal dari sabetan senjata tajam (sajam). Selain luka-luka akibat senjata tajam, petugas juga menemukan beberapa memar pada tubuh korban.
“Selain luka diduga akibat sabetan sajam, pada tubuh korban juga ditemukan beberapa memar,” ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada, Kamis, 4 Juni 2026.
Keberadaan luka dan memar tersebut menimbulkan pertanyaan besar tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan berbagai upaya penyelidikan, termasuk memeriksa saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian serta mengumpulkan bukti-bukti lain di tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV dari sekitar lokasi untuk membantu mengungkap motif dan pelaku di balik kejadian ini.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini bisa terungkap,” ujar Indra. Ia menambahkan, petugas sudah memiliki dugaan sementara terkait pelaku dan telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV yang diharapkan mampu memberikan petunjuk lebih jelas mengenai kronologi kejadian.
Polisi memperkirakan, korban telah meninggal dunia sekitar 32 jam sebelum ditemukan, sehingga proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematiannya.
Hingga saat ini, motif di balik serangan atau pembunuhan tersebut masih belum diketahui secara pasti, dan polisi masih berusaha mengungkapnya. Pihak berwenang menegaskan investigasi akan terus intensif agar pelaku dapat segera ditangkap dan motifnya dapat terungkap secara lengkap.
Dengan berbagai bukti yang telah dikumpulkan dan penyelidikan yang terus berjalan, diharapkan kasus ini akan segera terungkap dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan. Masyarakat pun diminta untuk bersabar dan menunggu perkembangan dari pihak berwenang dalam mengungkap motif dan pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian tragis ini. (Red/Dwi)







