BagusNews.Co – Pemkab Serang terus berupaya melakukan pencegahan dan penanggulangan kasus stunting yang masih tinggi di Kabupaten Serang.
Tahun ini, Pemkab Serang bekerjasama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (Pokphand) dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Serang.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Serang dan PT Charoen Pokphand siap menyalurkan bantuan puluhan ton telur gratis untuk 2.155 masyarakat di 9 kecamatan yang paling tinggi kasus stunting di Kabupaten Serang.
Koordinator CSR PT Charoen Pokphand Bambang Setiawan mengatakan, penyaluran bantuan telur gratis akan dilaksanakan pada Desember 2023 hingga Februari 2024. Untuk saat ini, stoknya masih dalam proses starting atau produksi.
“Sebenarnya program ini boleh dibilang grand, program besarnya. Sebelumnya kita sudah menyalurkan di tingkat-tingkat desa di kecamatan yang memang ada peternakan Pokphand. Ini sinergi kami, dan Bupati Serang sangat fokus juga pada penurunan angka stunting,“ kata Bambang usai menemui Bupati Serang, Senin, 9 Oktober 2023.
Menindaklanjuti kerjasama tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengaku optimis bila pencegahan dan penanganan stunting di wilayahnya bisa mengejar target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, kembali dari industri yang ada di Kabupaten Serang, yaitu Charoen Pokphand membantu program pemerintah pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota berkaitan dengan penurunan angka stunting,“ ujar Tatu kepada wartawan.
Lebih lanjut Tatu menjelaskan, distribusi bantuan telur gratis dari PT Charoen Pokphand dilakukan oleh Dinas Keluarga Berencana Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A).
“Target bantuan, yakni anak-anak bergizi buruk, dan ibu hamil yang kekurangan gizi,” ungkapnya.
Menurutnya, PT Charoen Pokphand akan memberikan bantuan selama 3 bulan dengan termin per dua pekan, diturunkan bantuan sekira 3,95 ton-4 ton telur gratis.
“Bantuan ini diberikan kurang lebih untuk 2.155 orang di sembilan kecamatan sesuai target Pokphand,” ujar Tatu.
Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Kabupaten Serang tahun 2029 sebesar 39,4 persen. Kemudian turun pada 2021 menjadi 27,2 persen. Turun kembali pada 2022 menjadi 26,4 persen.
“Target tahun depan, target nasional di 14 persen. Ini tentunya tugas yang cukup berat buat kita, dan dibutuhkan kerja sama berbagai pihak,“ ujar Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten ini.
Menurut Tatu, bantuan telur rutin diberikan kepada masyarakat dalam rangka menurunkan angka stunting. Termasuk kerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan.
“Kita fokuskan bantuan untuk anak gizi buruk dan ibu hamil kurang gizi. Bantuan ini bukan hanya berefek terhadap pemenuhan protein, tapi juga penurunan stunting. Dan kami sangat berterima kasih terhadap Pokphand, dan semoga menjadi contoh bagi perusahaan lain,” bebernya. (Red/Dwi)







