Home / Daerah / Health

Rabu, 1 November 2023 - 11:36 WIB

Tekan Angka Kematian Akibat Penyakit Tidak Menular, Dinkes Banten Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti | Istimewa

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti | Istimewa

BagusNews.Co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mengajak kepada masyarakat untuk dapat menerapkan pola hidup sehat melalui gerakan masyarakat sehat, sehingga dapat menekan angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit tidak menular di Provinsi Banten.

“Karena dengan gerakan masyarakat sehat, satu orang bisa mengajak tetangga lainnya untuk berolahraga, atau bisa juga saling mengingatkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi dengan batas-batas tertentu,” ungkap Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti, Rabu (1/11/2023).

Lebih lanjut, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, banyaknya kasus angka kematian yang diakibatkan penyakit tidak menular di Provinsi Banten. Disebabkan oleh gaya hidup masyarakat yang tidak sehat, jarang berolahraga serta pola makan yang berlebih.

Bahkan, kata Ati, untuk kasus penyakit tidak menular yang banyak ditemukan di Provinsi Banten, yang pertama adalah Hipertensi, kemudian diabetes, jantung, struk, kanker yang yang terakhir gagal ginjal akut.

Baca Juga :  Pendaftaran Rawat Jalan RSUD Banten Sekarang Bisa Online Lewat Mobile JKN

Dikatakannya, penyakit Hipertensi biasanya menyerang orang dengan rentang usia di atas 40 tahun. Sama halnya dengan struk, jantung dan diabetes. Namun saat ini, semua itu bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak.

“Pasa saat pemeriksaan tensi darah sebelum imunisasi serentak kemarin, kita banyak menemukan anak-anak yang menderita Hipertensi. Begitu juga dengan jenis penyakit menular lainnya, itu banyak kita temukan pada anak-anak dan pemuda,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Ati, saat ini terjadi sebuah pergeseran pola hidup. Yang dapat disebabkan tingkat stres yang tinggi, gaya hidup dan pola hidup sehat sudah banyak ditinggalkan. Konsumsi gizi yang tidak seimbang dibarengi dengan aktivitas fisik yang sudah banyak ditinggalkan.

“Kekurangan gizi itu tentu tidak baik, bisa menyebabkan stunting dan gizi buruk. Kelebihan gizi juga tidak baik karena itu bisa menyebabkan obesitas. Makanya harus seimbang,” jelasnya.

Baca Juga :  Ingin Tingkatkan Derajat Kesehatan, Gubernur Andra Soni Ajak Kolaborasi Seluruh Rumah Sakit di Banten

Selanjutnya, Ati menyampaikan saat ini mayoritas masyarakat memang tidak terlalu menghiraukan dengan jenis penyakit tidak menular ini. Lantaran belum terasa dalam waktu dekat dan ditambah dengan kondisi imun yang masih kuat.

Akan tetapi, ujar Ati, hal itu akan menjadi fatal ketika telah mencapai pada titik stadium tinggi, dan pada saat itu lah mereka baru menyadari bahayanya penyakit tidak menular.

“Makanya banyak yang tidak terselamatkan. Padahal jika mereka rajin melakukan pengecekan kesehatan, itu bisa diantisipasi,” katanya.

Agar angka kematian yang disebabkan penyakit tidak menular itu bisa dikendalikan, Ati saat ini sedang gencar melakukan gerakan screening Penyakit Tidak Menular (PTM) dimulai dari anak usia 15 tahun, “baik di sekolah sampai di usia produktif 50 tahun,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Di Puncak HPN 2026, Andra Soni: Pers Pilar Demokrasi, Mitra Strategis Pemerintah

Daerah

Musda VI Golkar Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo Kenang Bapak Pembangunan

Daerah

Cilegon Rawan Bencana, FPRB Lebakgede dan PT IRT Gelar Simulasi Tanggap Bencana 

Daerah

Indonesia Bersiap Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036, Rano Karno: Sudah Tepat Presiden Jokowi Menunjuk Erick Thohir

Daerah

Awasi Pilkada Banten, 17.231 Pengawas TPS Bekerja Hingga H+7 Pemungutan Suara

Daerah

Forum Anak Kota Serang Minta Pemerintah Batasi Iklan Rokok

Daerah

Anak-anak Bumi Mutiara Serang Sambut Bulan Suci Dengan Pawai Tahrib Ramadan 1446 Hijriyah

Daerah

Pastikan Ketersediaan Beras Menjelang Hari Raya, Kadistan Banten : Dampak Panen Raya