BagusNews.Co – Festival Tetangga 2 bertajuk Temu Tanggap Keluarga sukses digelar selama dua hari, 28–29 Juni 2026. Kegiatan yang diinisiasi Yayasan Bagi Berdaya (Improve Foundation) ini mengangkat tema “Rumah Pertama, Karakter Utama: Dari Nilai Keluarga Menuju Karakter Bangsa” sebagai ajakan memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter generasi.
Festival mendapat dukungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sejumlah organisasi, komunitas, dan pegiat literasi. Kegiatan dikemas secara luring di Taman Siliwangi, Kabupaten Bogor, serta dilanjutkan secara daring melalui Zoom Meeting.
Pada hari kedua penyelenggaraan diisi dengan talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Roto Priyono (Wakil Ketua Perkumpulan PAK KBJB), Julie Rostina (Direktur dan Founder YMPAI sekaligus Founder Rumah Baca Alif), Fransiska Oetami (Co-Founder dan Program Director Clevio Social Innovation), serta Muhammad Nur Fadli dari Misi Bangun Generasi (MBG). Diskusi dipandu Juliasih Hizbar dari Komunitas YapyYapo.
Selain talkshow, peserta mengikuti tujuh kelas tematik yang membahas berbagai isu pengasuhan dan pendidikan karakter, mulai dari pemanfaatan Canva dan kecerdasan buatan (AI) untuk media pembelajaran PAUD, penulisan cerita anak, literasi keuangan keluarga, bedah buku, strategi menanamkan integritas melalui film, sastra, hingga penguatan peran rumah sebagai sekolah pertama bagi anak.
Ketua Improve Foundation, Luthfia Zein, mengatakan keluarga memiliki peran paling penting dalam membangun karakter anak sekaligus masa depan bangsa.
“Melalui Festival Tetangga 2 ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa karakter sebuah bangsa sangat bergantung pada nilai-nilai yang dibangun di dalam rumah. Keluarga adalah rumah pertama, dan dari sanalah karakter utama anak-anak kita terbentuk,” ujarnya.
Nilai integritas menjadi pesan utama dalam festival tersebut. Hal itu ditunjukkan melalui dukungan KPK, penggunaan kata sandi “INTEGRITAS” pada sesi daring yang bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, serta penguatan sembilan nilai integritas yang meliputi berani, jujur, mandiri, peduli, adil, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan sederhana.
Festival juga melibatkan berbagai mitra, di antaranya Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, HIMPAUDI, Forum TBM Kabupaten Bogor, KGBN Bogor, YIAB, Rumah Baca Alif, Clevio, Misi Bangun Generasi, PAK KBJB, Jarum Integritas, Forum PAKSI API Banten, Forum PAKSI-API Dana Rakca, Komunitas YapyYapo, Komunitas SUFI, Komunitas APA YA, Made In Family, #ObatManjur, serta sejumlah komunitas literasi dan keluarga lainnya.
Dalam salah satu sesi mini workshop, Master Ratu Syafitri dari Forum PAKSI dan API Banten menegaskan bahwa pembangunan peradaban harus dimulai dari keluarga.
“Membangun peradaban berintegritas mulailah dari rumah, karena keluarga adalah cerminan tetangga. Tetangga yang membiasakan yang benar akan mewujudkan warga daerah yang berkemajuan untuk menjadi warga Indonesia. Percayalah, kita sedang mempersiapkan peradaban untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Melalui Festival Tetangga 2, penyelenggara berharap semakin banyak keluarga membangun budaya dialog, kepedulian, dan penanaman nilai integritas sejak dini sebagai fondasi terwujudnya masyarakat Indonesia yang berkarakter, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.(Red/Dede)







