Home / Daerah

Senin, 13 November 2023 - 21:31 WIB

Pemprov Banten Lakukan Upaya Mewaspadai Kenaikan Harga Komoditi Menjelang Akhir Tahun

BagusNews.Co – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten Virgojanti mengatakan Pemerintah Provinsi Banten telah melakukan langkah-langkah upaya untuk waspadai pergerakan harga barang dan komoditi pangan yang dapat berpengaruh terhadap tingkat inflasi daerah.

“Inflasi di Provinsi Banten untuk saat ini masih terkendali, berdasarakan data BPS Inflasi Provinsi Banten di bulan Oktober tercatat secara Year on Year (y-o-y) sebesar 2,35 persen,” ungkap Virgojanti usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara Virtual di Ruang Rapat Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Senin, 13 November 2023.

Selanjutnya, Virgojanti menyampaikan saat ini komoditas yang menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi diantaranya komoditi beras. Hal tersebut lantaran komoditi beras terus mengalami fluktuatif harga.

“Komoditas yang menjadi konsentrasi utamanya Beras, untuk minggu ini beras medium seharga Rp 12.500. Dan harga tertinggi berada di Kabupaten Tangerang mencapai Rp 13.500, sedangkan untuk yang terendah berada di Kabupaten Pandeglang seharga Rp 11.000,” katanya.

Baca Juga :  Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Jadi Program Prioritas TP PKK Banten Tahun 2026

Meskidemikian, kata Virgojanti, harga beras di Provinsi Banten masih berada dibawah harga rata-rata beras se-nasional yang mencapai Rp 13.695.

“Dan kondisi produksi beras di Indonesia dan Banten memang sedang mengalami masalah sebagai dampak El Nino,” imbuhnya.

Selain komoditi beras, Virgojanti menyampaikan pihaknya juga berkonsentrasi terhadap sejumlah komoditi lainnya dalam mengendalikan inflasi di Provinsi Banten. Diantaranya minyak goreng, gula, cabai merah dan rawit, bawang merah, telur ayam ras dan daging ayam ras.

“Secara umum harga masih terjangkau , bahkan ada harga komoditas yang mengalami deflasi, seperti telur ayam ras, bawang merah, minyak goreng,” jelasnya.

Baca Juga :  Siswa Bisa Daftar 2 Sekolah Untuk Jalur Zonasi Pada PPDB SMAN di Banten

Selanjutnya, Virgojanti menuturkan dalam mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditi saat menghadapi nataru dan hari-hari besar keagamaan, pihaknya melalui TPID telah melakukan beberapa langkah. Diantaranya, pemantauan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat ditingkat distributor serta melakukan inspeksi mendasak ke pasar-pasar tradisional.

“Selanjutnya kita juga berkoordinasi dan komunikasi dengan pihak eksternal yang tergabung dalam Tim Satgas Pangan, serta melakukan aksi pasar murah berkolaborasi dengan TPID kabupaten/kota,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Virgojanti juga mengatakan Pemprov Banten melakukan kerjasama dengan sejumlah daerah-daerah penghasil komoditi pangan, guna menjamin pasokan tetap tersedia.

“Dan apabila ada hal-hal yang krusial terkait dengan distribusi pasokan, Pemprov Banten akan menggunakan anggaran BTT,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Libur Panjang Hari Raya Waisak, ASDP Layani 111 Ribu Kendaraan di Empat Pelabuhan

Daerah

Dindikbud Kota Serang Ingin Bentuk Satgas Perlindungan Guru, Pemetaan Awal Sedang Digodok

Daerah

Dindikbud Provinsi Banten Gelar Festival Pencak Silat Bercerita

Daerah

Mimpi Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi, Syafrudin Buka MTQ XI Tingkat Kota Serang

Daerah

Sambut Meriah Gebyar Pesta Rakyat HUT Gerindra ke 15 Tahun di Provinsi Banten

Daerah

Pj Gubernur Banten Al Muktabar Tegaskan Pemerintah Hadir dan Serius Tangani PMK

Daerah

Tebar Kebaikan, Relawan Ganjar Milenial Center Bangun Paving Blok di Lebak Banten

Daerah

Garap Project Film Budaya Pertama, LDN Mencari Talenta Lokal