BagusNews.Co — UPT Puskesmas Pontang menyiagakan tenaga kesehatan dan ambulans di kantor Kecamatan Pontang yang digunakan sebagai tempat Rapat Pleno Penghitungan Suara (Tungsura) Pemilu 2024.
Kepala UPT Puskesmas Pontang dr Bahrum Rangkuti menjelaskan, selain tenaga kesehatan dan ambulans yang dikerahkan, pihaknya juga menyediakan obat-obatan dan multivitamin.
“Sesuai arahan dari Dinkes Kabupaten Serang, kita siagakan tenaga kesehatan, obat-obatan, multivitamin, dan satu unit ambulans di kantor kecamatan,” ujar Bahrum kepada BagusNews.Co, Rabu, 21 Februari 2024.
Lebih lanjut, Bahrum mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tenaga kesehatan dan ambulans sejak rapat pleno pertama digelar, yakni pada Minggu, 18 Februari 2024. Lantaran ada penundaan, pihaknya baru kembali bersiaga di lokasi pada Selasa, 20 Februari 2024.
“Tenaga kesehatan yang kami siagakan sudah sejak Minggu. Karena di-pending, kami baru bertugas lagi di hari Selasa sampai Rabu ini,” tuturnya.
Ia mengaku, UPT Puskesmas Pontang mengikuti arahan dari Dinkes Kabupaten Serang untuk bersiaga di kantor kecamatan guna memberikan pelayanan kesehatan kepada warga dan peserta rapat pleno.
“Asasnya semua yang terlibat dalam rapat pleno jika ada yang memiliki masalah kesehatan, kami akan tangani. Namun, khusus untuk penyelenggara seperti PPK, PPS, KPPS, Panwascam, dan pengawas TPS itu yang dikover oleh Pemkab,” imbuhnya.
Ia mengatakan, Puskesmas Pontang menerapkan sistem rolling dan sift kepada tenaga kesehatan yang bertugas selama rapat pleno berlangsung.
“Informasinya, rapat pleno digelar hingga empat hari ke depan. Kami juga memikirkan kondisi kesehatan pegawai kami yang turun ke lapangan, jadi dipakai sistem sift dan rolling,” katanya.
Terkait temuan di lapangan, ia mengatakan, pihaknya melakukan pendataan hasil pemeriksaan dan penanganan masalah kesehatan para penyelenggara.
“Awalnya kita cek bagaimana kondisinya. Kemudian tanda-tanda objektifnya kita lihat. Kalau memang ada tanda-tanda harus dirawat, kita rujuk ke puskesmas, kita rawat,” tuturnya.
Terkait jumlah orang dan data kasus hasil pemeriksaan dan penangan kesehatan penyelenggara rapat pleno, ia mengaku belum bisa menjelaskan lantaran data langsung dilaporkan oleh koordinator perawat yang bertugas langsung ke kementerian.
“Datanya kita langsung input di DFO (Data Fasyankes Online), di kementerian. Tiap hari kita input dan yang bertugas untuk meng-input itu para koordinator perawat,”
Perihal pelaporan, satu hari setelah bertugas koordinator perawat menyusun laporan untuk kemudian dilaporkan di DFO.
Ia turut berbelasungkawa atas meninggalnya tiga orang penyelenggara Pemilu 2024 di tiga kecamatan di Kabupaten Serang.
“Kami juga berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa penyelenggara maupun pihak lainnya,” pungkasnya. (Red/Dwi)







