Home / Daerah

Kamis, 30 Mei 2024 - 14:26 WIB

Jurnalis di Banten Tegas Tolak RUU Penyiaran

BagusNews.Co – Puluhan Jurnalis hingga mahasiswa di Provinsi Banten menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, Curug, Kota Serang, pada Kamis 30 Mei 2024. Mereka tegas menolak Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran.

Dalam aksinya, mereka menyatakan menolak pasal-pasal yang memberikan wewenang berlebihan kepada Pemerintah untuk mengendalikan konten siaran. Sejumlah pasal dinilai berpotensi melemahkan produk jurnalistik.

Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten Deni Saprowi menyebut, setidaknya ada dua pasal dalam RUU Penyiaran yang bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Terlebi pasal tersebut dapat membungkam para jurnalis di Indonesia.

Dikatakannya, dalam Pasal 8A ayat (1) huruf (q) RUU Penyiaran menyebutkan KPI dalam menjalankan tugas berwenang menyelesaikan sengketa jurnalistik di bidang penyiaran.

Baca Juga :  Gelar Pekan Kebudayaan Daerah Banten, Tabrani : Banten Kaya Akan Seni dan Budaya

“Klausul ini bertentangan dengan Pasal 15 Ayat (2) Huruf D UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers yang menyatakan kewenangan menyelesaikan sengketa Pers berada di Dewan Pers,” kata Deni.

Pria yang akrab disapa Saprol ini menegaskan, salah satu tugas Dewan Pers yaitu memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan Pers.

Belum lagi kata Jurnasli Bagusnews ini, ada pasal yang melarang penayangan eksklusif hasil produk jurnalistik investigasi seperti tertuang Pasal 50B Ayat (2) huruf c.

“Poin ini tumpang tindih dengan Pasal 4 huruf q UU Pers yang menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang pemberedelan, atau pelarangan karya jurnalistik, termasuk liputan jurnalisme investigasi,” kata Saprol.

Baca Juga :  Provinsi Banten Raih Kategori Daerah Terbaik Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Paritrana Award

Mereka mengaku kecewa dengan Pemerintah yang berupaya merevisi UU Penyiaran dengan memasukan pasal-pasal yang berpotensi melemahkan demokrasi. Kekecewaan mereka diluapkan dengan membakar ban hingga aksi debus.

Diketahui, massa aksi tersebut terdiri dari Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten, Pokja Wartawan Kota Serang, Forum Wartawan Kejaksaan Banten, Ikatan Wartawan Online Banten, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten, Aliansi Jurnalis Indonesia Jakarta Biro Banten, Influencer dan Content Creator Network (ICN) Banten, Pena Masyarakat dan Mahasiswa. (Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Edukasi Pelestarian Laut, Sinergi antara Literasi dan Konservasi di Pandeglang

Daerah

Bookparty Serang Pandeglang, Liburan Berkesan bagi Pecinta Literasi

Daerah

Jelang HUT Ke-498, Bupati Serang Ziarah ke Makam Brigjen KH Syam’un

Daerah

Tingkat Literasi Kabupaten Pandeglang 56 Persen

Daerah

Kota Tangerang Tampil Memikat di Inacraft 2026, Buktikan Kreativitas dan Inovasi UMKM Nasional

Daerah

13 Ruas Jalan Ini Menjadi Wewenang Pemprov Banten

Daerah

Serap Aspirasi Masyarakat Tangsel, Yudi Budi Wibowo : Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Daerah

Wabup Pandeglang Dorong Akselerasi Koperasi Merah Putih di Banten