Home / Daerah

Kamis, 6 Juni 2024 - 10:47 WIB

Warga Kota Serang 6 Tahun Lumpuh Belum Dapat Bantuan Pemerintah

BagusNews.Co – Muhammad Wisam (22) warga Lingkungan Sudi Mampir, RT 19/ RW 03, Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sudah enam tahun lumpuh belum mendapatkan perhatian dari pemerintah Kota Serang.

Ibunda Muhammad Wisam, Fitriani (57) mengatakan, putranya lumpuh sudah sejak enam tahun yang lalu dan belum mendapatkan perhatian dari pemerintah Kota Serang.

Fitriani pun mengaku tidak tahu penyebab anak semata wayangnya lumpuh, karena Wisam mengalami kesulitan berbicara atau di difabel.

“Kalau lumpuhnya dari tahun 2018. Dan sehari-harinya terbaring di tempat tidur. Saya sudah terima kondisi anak saya karena sudah qadarullah,” kata Fitriani, Rabu, 5 Juni 2024.

Fitriani menuturkan, sudah berusaha membawa Wisam dirujuk ke beberapa rumah sakit, namun kondisi kesehatan anaknya tak kunjung membaik.

Bahkan, kondisi fisik Wisam saat ini semakin memprihatinkan, karena badannya semakin kurus kering. Kesepuluh jarinya pun menjadi kaku dan tidak bisa digerakkan.

“Kalau berobat sudah ke mana-mana, tapi belum ada perkembangan. Sampai ke RS Siloam Tangerang dan Jakarta. Alhasil gak ada perkembangan karena obatnya itu-itu aja, di situ saya putus asa,” paparnya.

Baca Juga :  Masuki Tahun Kedua Era Budi-Agis, Pemkot Serang Fokus Perbaiki Infrastruktur Jalan

Selain lumpuh, lanjut Fitriani, Wisam juga kerap mengalami kejang-kejang dan mengalami autis hiperaktif.

“Anak saya juga sering kejang-kejang gitu. Dan mengalami autis hiperaktif sejak usia tiga tahun,” katanya.

Fitriani mengaku sudah pasrah dengan kondisi kesehatan anaknya. Terlebih lagi saat ini Fitriani menjadi tulang punggung bagi keluarganya, karena beberapa bulan lalu telah ditinggal suaminya meninggal dunia.

“Suami saya sudah meninggal dunia Februari lalu. Sekarang saya mau apa-apa sendiri aja,” ungkapnya.

Selain itu, untuk keperluan memandikan dan buang air besar (BAB) Wisam, Fitriani harus meminta bantuan jasa tenaga tetangganya. Dan harus memberikan upah kepada tetangganya yang bersedia membantu anaknya.

“Kalau mau mandi dan BAB harus digotong ke kamar mandi. Kalau saya sendiri agak kewalahan. Jadi, saya bayar orang untuk bantu gotong Wisam mandi dan BAB,” katanya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Al Muktabar Akan Mengambil Langkah Setelah Hasil Lab Kasus Suspect Cacar Monyet di Cilegon

Fitriani mengatakan, tidak menampik belum lama ini rumahnya disambangi oleh aparat TNI untuk memberikan bantuan kepada putranya.

“Kemarin ada dari Koramil dan Dandim ngasih bantuan aneka makanan seperti biskuit, dan uang santunan,” katanya.

Meski demikian, Fitriani saat ini membutuhkan bantuan untuk biaya perawatan Wisam sehari-hari untuk kebutuhan biaya untuk perawatan putranya itu mencapai Rp 1 juta per bulan.

“Kalau ada Bansos khusus untuk biaya perawatan anak saya. Karena biaya perawatannya sungguh besar mencapai Rp 1 juta per bulan. Itu buat keperluan beli obat kejang, tisu, pampers, dan obat BAB, karena Wisam kesulitan BAB, jadi harus dikasih obat anusnya,” beber Fitriani.

Selama ini, Fitriani juga mengaku belum pernah tersentuh bantuan sosial dari pemerintah daerah.

“Sementara ini, belum pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah,” pungkasnya.(Red/Misbah)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemprov Banten Terus Tingkatkan Layanan Berbasis Digital

Daerah

Vonis Bebas Pelaku Pemerkosaan: Satgas PPA Kabupaten Serang Tuntut Keadilan

Daerah

Tinawati Minta Guru PAUD Terus Kembangkan Stimulasi Anak Usia Dini

Daerah

Komnas Perempuan Suarakan Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di UIN SMH Banten

Daerah

Tingkatkan Kesetaraan Pendidikan, DPR RI Perluas Program Indonesia Pintar ke Anak Usia Dini

Daerah

Usai Robohnya Jembatan di Jiput Akibat Cuaca Ekstrem, Bupati Pandeglang Ajukan Bantuan Jembatan Bailey Ke Pusat

Daerah

‎Dukungan Anggaran Peringatan May Day Tingkat Kota Serang 2026, Begini Penjelasan Kadisnaker

Daerah

Tak Ingin Mengandalkan APBD, Pemkot Serang Bersama Pihak Swasta Bantu Rehab RTLH Warga Lopang Gede