Home / Daerah / Nasional

Rabu, 30 Oktober 2024 - 17:33 WIB

Kepala BKKBN RI Lakukan Kunker ke Kabupaten Lebak

BagusNews.Co – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Wihaji Kunjungan Kerja ke Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Rabu 30 Oktober 2024.

Kunjungan yang diikuti oleh Wakil Menteri Isyana Bagoes Oka bersama jajaran pejabat utama di Kementerian itu dalam rangka langkah nyata penurunan stunting.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Wihaji mengatakan, kegiatan kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan program Bangga Kencana dan program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) berjalan efektif sampai tingkat daerah.

Apalagi hal itu merupakan komitmen kuat pemerintah dalam mengatasi prevalensi stunting dengan mengoptimalkan sinergi lintas sektor yang terfokus pada peningkatan kesehatan Ibu dan anak serta peran strategis masyarakat setempat.

“Kita lihat progres yang dilakukan oleh Pemkab Lebak ini sudah luar biasa. Kita berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan untuk mendukung generasi masa depan Indonesia,” katanya

Baca Juga :  Tinjau Aset Eks Disdukcapil Kabupaten, Walikota Canangkan Rehab Kantor DLH Kota Serang

Sementara, Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara mengungkapkan, dalam rangka penanganan stunting, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pemprov Banten telah melaksanakan kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting di seluruh Kabupaten/Kota yang telah dilaksanakan pada tanggal 1 s.d 30 Juni 2024.

“Seperti deteksi dini dan edukasi masalah gizi kepada seluruh sasaran Balita dengan meningkatkan kunjungan posyandu pemeriksaan kesehatan dan edukasi kepada seluruh sasaran calon pengantin dan ibu hamil,” katanya.

Selain itu, kita juga mempersiapkan alat antropometri terstandar dan kader Posyandu terampil dalam pengukuran antropometri terstandar intervensi pada Ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi.

Dikatakan Usman, berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Banten dalam menurunkan jumlah penderita stunting dengan capaian yang diraih seperti persentase anak usia 6-23 bulan yang mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) pada tahun 2023 di Provinsi Banten mencapai 93,8 persen dengan target nasional 70 persen.

Baca Juga :  Ganti Kepala Dinkes, Ratu Tatu: Rotasi Pejabat untuk Penyegaran

“Kemudian persentase Ibu hamil yang mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet selama masa kehamilan juga terjadi peningkatan, pada tahun 2022 sebesar 90 persen, tahun 2023 sebesar 92,3 persen. Jauh dari angka target nasional 70 persen,” ucapnya.

“Angka persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi terjadi penurunan, dimana pada tahun 2022 sebesar 93,8 persen, sedangkan tahun 2023 sebesar 76,1 persen dengan target nasional 85 persen,” jelasnya.

Selain fokus pada bayi dan balita, kata Usman, beberapa kegiatan pun dilakukan dengan hasil persentase ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang mendapatkan tambahan asupan gizi terjadi penurunan pada dua tahun terakhir dimana tahun 2022 sebesar 95,1 persen dan 2023 sebesar 77,3 persen dari target nasional 87 persen.

“Alhamdulillah atas kerja sama seluruh pihak, stunting di Provinsi Banten berdasarkan aplikasi e-PPGBM terus terjadi penurunan,” pungkasnya.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Rayakan Milad Ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Aksi Sosial dan Pelestarian Lingkungan

Daerah

‎Panen Perdana Ladang Jagung di Bekas Galian Desa Bantarpanjang Kabupaten Tangerang

Daerah

Musrenbang RPJMD 2025-2029 dan RKPD 2026, Andra Soni : Sinergi dan Kolaborasi Kunci Utama

Daerah

Wakil Ketua DPRD Kota Serang Nilai Kenaikan Tarif PBB Telah Sesuai Ketentuan

Daerah

Pemkot Tangerang Selatan Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1447 Hijriah

Daerah

A Dimyati Natakusumah : Masjid Makmur, InsyaAllah Masyarakatnya Makmur

Daerah

Kota Serang Jadi Pilot Project Percepatan Digitalisasi Arsip ASN

Daerah

DPRD Kota Serang Sebut Aduan Drenase Buruk Selalu Muncul dalam Agenda Reses