BagusNews.Co – Panen perdana di ladang jagung Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang menjadi salah satu lokasi program Ketahanan Pangan Nasional, dilakukan setelah masa tanam dengan pelbagai tantangan.
Panen perdana tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid dan Kapolresta Tangerang Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, beserta jajarannya dan stakeholders.
Pengelola lahan, PT MSD Corpora Internasional, menerangkan hasil panen yang perdana di lokasi ladang tersebut meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala teknis dan cuaca ekstrem.
Direktur Utama PT MSD Corpora, Made Suardika Dwipayana, menjelaskan bahwa target panen kali ini adalah 2 hingga 3 ton dari luas lahan sekitar 1,5 hektare.
”Jadi target kita 2 sampai 3 hektare dari luas 1,5 hektare,” ujar Made kepada wartawan di sela-sela panen raya, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia menambahkan bahwa hasil panen yang diperoleh berkisar antara 2 sampai 3 ton dari lahan yang sebelumnya dinilai ekstrem.
Made menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi lahan tidak produktif menjadi produktif.
Ia juga menuturkan bahwa kondisi tanah di lokasi tersebut sangat menantang, berupa tanah bekas galian yang sudah kehilangan topsoil dan bercampur dengan bebatuan.
”Lahan di Tigaraksa itu adalah lahan bekas galian, jadi semua tanah topsoil-nya sudah hilang, tanahnya sangat tipis, tanpa topsoil, dan bercampur batuan,” jelasnya.
Kendala utama lainnya adalah curah hujan yang sangat tinggi, yang menyulitkan proses budi daya.
Meski demikian, PT MSD Corpora mengikuti prosedur yang diarahkan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Tangerang, mulai dari penyemprotan herbisida untuk pengendalian hama, pengolahan tanah dengan bajak, hingga penanaman.
”Kami sudah melakukan proses olah lahan sesuai arahan, termasuk penanaman, meskipun tanah yang sangat tipis membuat beberapa tanaman tidak tumbuh maksimal,” ungkap Made.
Untuk mengatasi hal itu, tim teknis melakukan booster, yaitu upaya untuk mempercepat pertumbuhan tanaman agar bisa menghasilkan buah.
”Hasil booster ini terlihat dari buah jagung yang mulai muncul, meskipun ada tanaman yang tetap tumbuh rumput karena proses ini juga menunjukkan tanah sudah mulai subur,” kata Made.
Ia menambahkan bahwa, meskipun hasilnya belum maksimal, hasil panen saat ini sudah cukup menjanjikan untuk lahan yang sebelumnya diragukan keberhasilannya.
Made menyebutkan bahwa dari hasil diskusi dengan tim teknis dan pendamping dari Polres, mereka memperkirakan bahwa potensi panen dari lahan ini bisa mencapai maksimal 3 ton dari 1,5 hektare.
”Di tanggal 16 (Desember 2025), kami sudah diskusi bahwa lahan ini bisa dipanen, meskipun secara visual buahnya belum tampak maksimal,” ujarnya.
Ke depan, ia mengaku, PT MSD Corpora merencanakan langkah-langkah strategis untuk mengatasi kendala tanah dan iklim, termasuk pembangunan irigasi, drainase, dan penampungan air guna mengurangi risiko kekeringan dan erosi.
”Kami akan buatkan irigasi dan drainase, serta menambah penampungan air di bawah,” terang Made.
Ia juga menjelaskan bahwa mereka akan membiarkan rumput di lahan sebagai penahan tanah, sekaligus akan melakukan proses kompos dan penambahan pupuk untuk memperbaiki struktur tanah.
”Hampir 99 persen pengaruh kendala tanah dan cuaca ekstrem mempengaruhi hasil panen hari ini,” tuturnya.
Ia mengakui bahwa faktor iklim dan kondisi lahan sangat menentukan keberhasilan panen. Ia juga mencontohkan pengalaman mereka di Aceh, di mana banjir menyebabkan kerugian besar. (Red/Munjul)







