Home / Daerah / Hukum dan Kriminal / Pendidikan

Rabu, 6 November 2024 - 21:41 WIB

Tragedi Bullying: Siswa SD di Serang Harus Jalani Operasi Usus Buntu

Korban bullying, siswa kelas 4 di SDN Pematang Warung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Muhamad Akbar Al Faruq, saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon, Selasa, 5 November 2024.

Korban bullying, siswa kelas 4 di SDN Pematang Warung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Muhamad Akbar Al Faruq, saat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon, Selasa, 5 November 2024.

BagusNews.Co — Muhamad Akbar Al Faruq, seorang siswa kelas 4 di SDN Pematang Warung, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, menjadi korban bullying yang dilakukan oleh temannya di sekolah.

Akibat dari tindakan kekerasan tersebut, Akbar terpaksa menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.

Abdul Rozak, kerabat Akbar, menjelaskan bahwa Akbar sering mengalami tindakan bullying dari teman-teman sekolahnya, yang berujung pada kekerasan.

“Perutnya dipukuli oleh temannya,” ungkapnya pada Selasa, 5 November 2024.

Rozak menambahkan bahwa pemukulan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Rabu 30 Oktober 2024 hingga Jumat 1 November 2024.

“Malam sabtunya, Akbar kesakitan parah,” ujarnya.

Menyedihkan, aksi bullying itu terjadi di dalam kelas saat jam istirahat.

Baca Juga :  5.408 Anak di Kabupaten Serang Alami Stunting, ASN Diminta Jadi Orang Tua Asuh

“Yang memukul, satu orang. Dia memaksa Akbar untuk main boxing. Tapi Akbar tetap menolak enggak mau. Ditinju juga Akbar tetap enggak melawan,” terangnya.

Saat ini, Akbar sedang dalam pemulihan pasca-operasi karena usus buntunya pecah.

“Perut bagian kanan mengalami pembekakan, kalau kata dokter kondisi ususnya sudah parah,” jelasnya.

Rozak berharap, pihak sekolah segera menangani persoalan ini, terutama karena kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan.

“Pihak sekolah paling tidak harus memediasi orangtua korban dan orangtua pelaku, harus ada upaya penyelesaian untuk pemulihan korban, baik secara fisik maupun psikis,” tegasnya.

Ia juga menginginkan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Bagaimana pun bullying harus ditiadakan, pihak sekolah harus melakukan antisipasi dan pencegahan, jangan terkesan mewajarkan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sempat Gagal di Pemilu 2019, Guru di Kabupaten Serang Raih Suara Terbanyak di Pemilu 2024

Di sisi lain, Janjusi, Kepala Bidang SD pada Dindikbud Kabupaten Serang, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki dugaan kasus bullying di SDN Pematang Warung.

Ia menekankan pentingnya mendalami informasi yang ada agar keputusan yang diambil tepat.

“Kita lihat nanti kejadiannya seperti apa, kita masih telusuri. Kondisinya seperti apa, kejadiannya seperti apa, akan kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Janjusi juga mengungkapkan bahwa sosialisasi telah dilakukan di sekolah-sekolah untuk mencegah bullying.

“Kita sudah berikan sosialisasi baik ke sekolah ataupun ke kepala sekolah ataupun ke guru. Cuma memang sering kali kondisi di sekolah di luar kontrol,” tuturnya. (Red/Dwi

Share :

Baca Juga

Daerah

Peringatan 10 Muharam 1446, Warga Taman Barang Gelar Istighotsah dan Santunan Anak Yatim

Daerah

Ekskul Jurnalistik SMA Pesantren Unggul Al-Bayan Anyer Gelar Hunting Foto

Daerah

Dishub Kota Serang Siapkan Petunjuk Arah Jalan Arus Mudik Lebaran

Daerah

Pemkot Serang Alihkan Pasar Jedogan ke Pasar Kepandean

Daerah

Tidak Masuk Dalam APBD 2025, 2 Sekolah di Kota Serang Alami Rusak Berat

Daerah

UMK 2024 di Provinsi Banten Telah Ditetapkan, Kota Cilegon Paling Tertinggi

Daerah

‎Dukung Banten-Lampung Jadi Tuan Rumah PON 2032, Kota Serang Siap Gelar Venue Cabor

Daerah

Dukung Industri di Sawah Luhur, Ketua DPRD Kota Serang : Bisa Tekan Angka Pengangguran