BagusNews.Co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Serang melakukan patroli disetiap posko pemenangan, dan kediaman pasangan calon walikota/waliklota Serang, pada Selasa malam atau H-1 pemungutan suara.
Ketua Bawaslu Kota Serang Agus Aan Hermawan mengatakan pihaknya sudah melakukan pemetaan di titik-titik rawan politik uang disetiap wilayah.
“Kita sudah membuat jadwal, membuat pemetaan di enam kecamatan dan di titik-titik rawan politik uang, termasuk di semua posko pemenangan dan kediaman para paslon,” kata Agus kepada wartawan, Selasa, 26 November 2024.
Lanjut Agus, patroli ini sudah dilakukan sejak hari kemarin bersama-sama dengan sentra Gabungan Hukum Terpadu (GAKKUMDU).
“Dari malam kemarin sebetulnya, kita ada patroli bersama GAKKUMDU dan juga kepolisian serta kejaksaan dengan melakukan patroli pengawasan potensi politik uang,” kata Agus.
Lebih lanjut, Agus mengatakan, patroli ini dengan mengawasi gerakan-gerakan warga yang mencurigakan.
“Kita juga bersama pengawas kecamatan, bersama warga juga memonitor pergerakan-pergerakan masyarakat agar informasi cepat sampai ke kita,” ucap Agus.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah memberikan instruksi ke Panwaslu Kecamatan dan PKD untuk juga meningkatkan pengawasan.
“Untuk patroli ini kita bergantian ya, ada yang tidur ada juga yang berjaga jadi bergantian,” tutur Agus.
Selain mengawasi warga, Agus juga menjelaskan pihaknya juga akan mengawasi logistik agar tetap aman dan juga politik uang yang dilakukan baik oleh pasangan calon (Paslon) ataupun tim sukses.
“Patroli itu kita keliling, pertama kita memastikan logistik untuk tetap aman, logistik ini tidak ada yang mengambil, yang kedua terkait potensi pemberian uang atau materi lainnya yang mempengaruhi pemilih,”tegas Agus.
Tambah Agus, sesuai dengan pengalaman pemilihan yang lalu, titik kerawanan ini terjadi di kecamatan Taktakan.
“Kalo dari pengalaman pemilihan-pemilihan yang lalu ya daerah Taktakan yang sudah ada pergerakan” pungkasnya.
Selain itu, pihaknya juga fokus mengawasi posko-posko pemenangan juga rumah para calon dan juga tim sukses.
“Tapi yang kita fokuskan ini kan posko-posko pemenangan, rumah para calon, tim sukses karena itu yang bersinggungan dengan dukungan yang disitu misalnya ada potensi logistik yang sekiranya akan didistribusikan, ini sebagai antisipasi politik uang,” tegas Agus. (Red/Lathif)







