BagusNews.Co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menemukan banyak bangunan yang sudah sampai pada bibir kali dan itu menjadi salah satu faktor terjadinya banjir pada 15 titik yang dialami Kota Serang pada Kamis, tanggal 9 Januari 2025.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Serang, Diat Hermawan mengatakan selain, sampah dan sedimentasi yang mengendap didasar kali, penyebab lainnya ialah ditemukannya bangunan dibibir kali.
“Fakta dilapangan banyak ditemukan bibir kali itu langsung bangunan permanen, apalagi ditambah sampah dan sedimentasi jadinya meluap,” kata Diat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis, 9 Januari 2025.
Selanjutnya Diat mengungkapkan, bahwa dalam proses pendirian bangunan sudah ada peraturan yang mengatur terkait pendirian bangunan yang tidak boleh masuk kedalam Garis Sempadan Bangunan (GSB).
“Tidak boleh dibangun itu digaris sempadan, ada Undang-undang yang mengatur, bahkan Pergub dan Perda Walikota Serang pun sudah diatur untuk Garis Sempadan Bangunan (GSB),” jelas Diat.
Lanjut Diat, banyaknya bangunan yang tak memperhatikan GSB, akibatkan penyempitan saluran air.
“Hampir disemua titik banjir tadi itu adanya penyempitan luas saluran air,” kata Diat.
Menurut data dari BPBD Kota Serang, setidaknya ada 15 titik yang mengalami banjir diantaranya 1.) Cinanggung Rw.03 kaligandu, 2.) Gang Gabus Kel.Cimuncang ketinggian, 3.) Tanggul Rt. 03/12 kel cimuncang, 4.) Jl.Ayip usman Depan BAP 1 kel.Unyur, 5.) Sairah Rt.14/02. kel.Bendung Kec. Kasemen, 6.) Kp.Saidah Kel.Warung jaud Kec.Kasemen,
7.) Kp.Pejaten kel.kaligandu kec.Serang, 8.) Pasar buah Rau, 9.) Kp.Cikepuh Rt. 04 kel.Unyur 10.) Komp.Mandala citra Kel.Unyur, 11.) Komp.BIP blok i dan blok K kel. Unyur, 12.) BAP 1 blok G kel.Unyur, 13.) Lemah Abang kel. Warung Jaud, 14.) Kp. Tanggul Rt. 04/12 kel. Cimuncang, 15). Kp. Tanggul Rt. 05/12 kel. Cimuncang.
“Yang paling parah itu ketinggian 60 cm, itu terjadi di gang gabus, di Cinanggung, di tanggul,” tegas Diat.
Lanjut Diat, BPBD Kota Serang sudah melakukan langkah darurat dengan melakukan evakuasi para warga yang terdampak banjir.
“Salah satu langkah darurat diantaranya evakuasi orang yang sedang beraktivitas menuju jalan depan raya dengan menggunakan perahu karet,” pungkasnya. (Red/Lathif)







