BagusNews.Co – Paska pembubaran Sekber Relawan Andra-Dimyati, Agus Yadi meminta agar semua organ relawan kembali ke habitat masing-masing. Namun tetap mengawal Visi dan Misi Andra-Dimyati yaitu Banten Maju, Adil, Merata dan Tidak Korupsi.
“Ya kami kembali ke habitat semula. Yang dagang, balik lagi dagang. Yang tani, balik tani. Yang jadi pengusaha, balik lagi jadi pengusaha. Yang tukang kritik pemerintah, balik lagi kritik. Andra tidak alergi kritik. Mudah, karena kami para relawan tidak pernah punya perjanjian apa pun dengan Andra Soni, kecuali Visi dan Misinya. Enggak ada itu perjanjian dapat proyek, bisa nempatin pejabat, atau jadi pejabat seperti jadi komisaris atau dirut BUMD. Enggak ada itu,” ungkap Agus Yadi kepada wartawan, Kamis, 23 Januari 2025.
Namun Agus tidak menafikan adanya isu-isu Sekber Relawan Andra-Dimyati atau organ relawan Andra-Dimyati yang berkeliling minta-minta proyek, menawarkan jabatan hingga menjadi pelindung tindakan OPD.
“Iya, isu-isu itu kami dengar juga. Terutama isu Sekber atau relawan bisa menempatkan PNS jadi pejabat. Ingat, ada organ yang di bawah koordinasi Sekber atau yang tidak. Yang santer itu ada dua organ relawan, dan itu tidak di bawah koordinasi Sekber. Bahkan ada perorangan yang ngaku koordinator Sekber. Padahal koordinator Sekber itu cuma dua, saya-Agus Yadi dan kang Ucu. Ingat yah, Sekber tidak bisa menempatkan PNS jadi pejabat,” tegas Agus.
Lebih prihatin, Agus juga mendengar isu sudah ada transaksional untuk penempatan itu. Jelas hal ini bertentangan dengan Visi Banten Tidak Korupsi.
“Pembubaran Sekber Relawan Andra-Dimyati juga menegaskan setegas-tegasnya, tidak ada proyek-proyek atas nama Sekber, tidak ada rotasi, mutasi dan promosi transaksional atas nama Sekber. Dan sudah tidak ada lagi yang namanya Sekber Relawan Andra-Dimyati,” tegas Agus Yadi. (Red/Dede)







