Home / Daerah

Sabtu, 25 April 2026 - 23:38 WIB

Andra Soni Terima Amanat Pelestarian Alam dari Warga Adat Baduy di Seba 2026

BagusNews.Co – Gubernur Banten Andra Soni menerima amanat pelestarian alam dari 1.552 masyarakat adat Baduy dalam prosesi Seba Baduy 2026 yang berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Sabtu, 25 April 2026, malam. Amanat disampaikan melalui Jaro Pamarentah atau kepala desa yang ditugaskan untuk berurusan dengan pemerintah resmi.

“Tadi disampaikan tentang permasalahan lingkungan di wilayah Kanekes. Amanah yang mereka pegang turun-temurun adalah ‘gunung ulah dilebur, lebak ulah dirusak’ (gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak),” ujar Andra Soni.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat adat Baduy, tidak hanya melalui momentum Seba, tetapi juga melalui koordinasi berkelanjutan. Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Seba yang menjadi kegiatan tahunan dan tradisi wajib bagi warga adat Baduy.

“Komunikasi terus kita bangun. Melalui Jaro Pamarentah, mereka selalu menyampaikan hal-hal yang perlu dilaporkan. Kami berterima kasih kepada masyarakat adat Kanekes yang setia kepada pemerintah dan terus memberikan masukan, salah satunya dalam menjaga alam,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Serang gelar Diskusi Publik dengan Komisi Yudisial RI

Pemprov Banten juga akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Baduy, termasuk rencana ritual pelestarian alam di kawasan Sangyang Sirah dan Gunung Honje. Termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

“Melalui Dinas Lingkungan Hidup, kita akan berkoordinasi dengan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang terkait apa yang disampaikan. Termasuk harapan mereka untuk melaksanakan ritual di Sanghyang Sirah dan Gunung Honje melalui kegiatan Ngaraksa Gunung Ngarawat Alam,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes sekaligus Jaro Pamarentah, Jaro Oom. menyampaikan, Seba Baduy merupakan bagian dari rangkaian adat pasca panen dan prosesi Ngalaksa. Kedatangan masyarakat Baduy menghadap Gubernur sebagai Bapak Gede bertujuan menyampaikan amanat untuk menjaga keselarasan antara manusia dan alam di berbagai wilayah.

“Kami melaksanakan tradisi ini karena bagi kami, masyarakat Baduy, menjaga amanah adalah hal yang utama. Amanah ini kami sampaikan kepada pemerintah, baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi, sesuai titipan lembaga adat dan instruksi Puun,” ujarnya.

Baca Juga :  Ini Komitmen Pemprov Banten dalam Pengurusan dan Penghapusan Piutang

Wilayah yang menjadi kewajiban untuk dilestarikan meliputi Sanghyang Sirah, Ujung Kulon, Gunung Honje, Panaiban, Ujung Genteng, Tanjung Lesung, Muara Tilu, Karang Bokor, Lawang Seketeng, Gunung jaga berkat, Gunung Karang, Gunung Badag (Gunung Gede Jawa Barat), Gunung Sanggabuana Jawa Barat, sampai Gunung Liman di Jawa Timur.

“Kami menegaskan komitmen wajib untuk terus Ngeraksa dan menjalankan aturan adat. Kami menjalankan ritual sakral untuk menyelamatkan gunung, sungai, dan hutan. Kami ngaraksa gunung ngarawat alam,” tegasnya.

Jaro Oom juga menyampaikan rencana pelaksanaan ritual perawatan alam di sejumlah titik di luar wilayah ulayat Baduy, seperti Sanghyang Sirah dan Gunung Honje. Ritual akan dilakukan secara rutin sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan lingkungan.(Red/Dede)

Share :

Baca Juga

Daerah

Disnakertrans Banten Dorong Industri Tingkatkan K3

Daerah

Serap Aspirasi Masyarakat Tangsel, Yudi Budi Wibowo : Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Daerah

Pujakesuma Banten Dukung Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih

Daerah

50 Perusahaan di Kota Serang Tidak Melaporkan Pengelolaan Lingkungan

Daerah

Mahasiswa Dorong Polda Banten Netral di Pilkada Serentak 2024

Daerah

Bapak Gede Gubernur Banten Andra Soni Mumuluk Bareng Masyarakat Baduy

Daerah

Masuk 5 Besar Secara Nasional di Triwulan III, Investasi di Provinsi Banten Tembus Rp25,19 Triliun

Daerah

Perbasi Kota Cilegon Gelar Liga Basket 3 On 3 Antar Pelajar