BagusNews.Co – Seorang warga dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti Festival Gebrag Ngadu Bedug 2025. Korban atas nama Tabroni, warga Kampung Cicadas, meninggal pada Sabtu, 7 Juni 2025 saat melakukan pawai budaya.
Fasilitias posko kesehatan dinilai menjadi salah satu penyebab lambatnya pertolongan pertama yang harusnya didapatkan para peserta saat mengalami gangguan kesehatan selama acara berlangsung.
Diketahui bahwa posko kesehatan dalam acara tersebut terletak di belakang saung peserta lomba sehingga sulit terlihat dan sulit ditemukan ketika ada kejadian yang membutuhkan pertolongan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertolongan pertama terhadap korban dinilai terlambat dan saat hendak dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang sehingga korban dilarikan menggunakan mobil kepolisian.
Salah seorang warga asal Kadubumbang, Feni menyoroti posko kesehatan yang letaknya tersembunyi terhalang oleh peserta dan para pedagang kaki lima.
“Sudah dua hari saya di sini, baru menemukan ini posko kesehatan, seharusnya posko kesehatan di tempat strategis yang mudah ditemui,” ungkapnya dengan kesal saat diwawancarai pada Senin, 9 Juni 2025.
Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriyadi, mengaku pihaknya hanya memfasilitasi tempat, untuk selebihnya adalah kewenangan panitia pelaksana.
“Kita hanya menyediakan tempat, sementara untuk posisi posko kesehatan itu kewenangan panitia pelaksana,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Iing akan mengevaluasi kinerja penitia dan dinas terkait agar kejadian serupa tidak terjadi di event selanjutnya.
“Kami akan segera mengevaluasi, saya tidak ingin kejadian serupa terjadi si kemudian hari,” tandasnya. (Red/Guntur)







