Home / Daerah

Kamis, 27 November 2025 - 19:01 WIB

Translokasi Badak Jawa Pertama di TNUK, Gagal Selamatkan Mustofa dari Penyakit Kronis

Mustofa, badak jawa yang menjadi simbol upaya konservasi di Ujung Kulon, menjalani proses translokasi untuk mencari habitat yang lebih aman. | Dok. Istimewa

Mustofa, badak jawa yang menjadi simbol upaya konservasi di Ujung Kulon, menjalani proses translokasi untuk mencari habitat yang lebih aman. | Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Setelah menjalani perawatan intensif di Javan Rhino Study and Conservation Area, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Mustofa, badak jawa pertama yang menjalani translokasi, mengembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi penyakit kronis bawaan yang telah lama ia derita.

Kepala Balai TNUK Ardi Andono menjelaskan bahwa translokasi Mustofa merupakan bagian dari strategi konservasi jangka panjang yang telah dirancang secara matang.

Proses ini melibatkan tim ahli multidisiplin, termasuk para konservator, dokter hewan, personel TNI, serta mitra konservasi internasional.

Pemindahan Mustofa dilakukan untuk mengatasi tantangan genetika yang dihadapi oleh populasi Badak Jawa yang semakin terbatas, di mana perkawinan sedarah (inbreeding) menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan spesies ini.

Baca Juga :  DKM Masjid Nurul Huda Cinangka Gelar Lomba Adzan dan Cerdas Cermat Antar Pelajar

“Mustofa dipindahkan tanpa cedera dalam kondisi stabil, namun penyakit kronis yang sudah lama diderita menjadi tantangan medis yang tak teratasi,” ujar Ardi Andono, Kamis, 27 November 2025.

Ardi mengatakan, Mustofa berhasil diamankan pada awal November dan awalnya menunjukkan respons positif terhadap perawatan. Namun, kondisi kesehatannya mengalami penurunan drastis yang akhirnya berujung pada kematiannya pada 7 November 2025.

Hasil laporan nekropsi yang dikeluarkan oleh tim dari IPB University mengidentifikasi penyakit kronis yang menyerang lambung, usus, dan otak Mustofa, disertai infeksi parasit dalam tingkat tinggi, sebagai penyebab utama kematiannya.

Baca Juga :  Kopi Gunung Karang, Langkah Pemprov Banten Tingkatkan Produktivitas Wilayah Konservasi

Meskipun ditemukan luka-luka lama yang diduga berasal dari perkelahian di alam liar, luka tersebut tidak menjadi faktor penentu kematiannya.

Kisah Mustofa menjadi sebuah pelajaran berharga sekaligus pengingat akan tantangan berat dalam upaya pelestarian spesies langka. Balai TNUK bersama dengan para akademisi dan mitra konservasi berkomitmen untuk memperkuat strategi pengelolaan kesehatan dan sistem deteksi dini penyakit pada Badak Jawa di habitat aslinya. (Red/Difeni)

Share :

Baca Juga

Daerah

Gelar Rakor Penanganan PMK, Pemprov Banten Siapkan Beberapa Langkah Antisipasi

Daerah

Sambut Hari Bakti TNI AU, TNI AU Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Daerah

Dinsos Pandeglang Respons Cepat Atas Aduan Ketidaktepatan Bantuan

Daerah

Wujudkan Aspirasi Masyarakat, Des Ganjar Gelar Festival Qasidah Rebana se-Kabupaten Lebak

Daerah

DPRD Kota Serang Minta Walikota Budi Rustandi Fokus Tangani Masalah Urban

Daerah

Masyarakat Padarincang Desak DPRD Kabupaten Serang Cabut Izin PT STS

Daerah

Marak Promosi Judi Online, ICN Banten Ajak Influencer Melek Hukum

Daerah

Tingkatkan Pelayanan Adminduk, Disdukcapil Kabupaten Serang-RS Tonggak Husada Teken PKS