Home / Nasional

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 17:27 WIB

Pemerintah Tetapkan Anggaran Pendidikan Rp757,8 Triliun di RAPBN 2026, Golkar Ingatkan Efektivitas Penggunaan

BagusNews.Co – Pemerintah menetapkan anggaran pendidikan sebesar Rp757,8 triliun dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Jumlah tersebut setara dengan 20 persen dari total APBN, sesuai amanat undang-undang, dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

Presiden menegaskan, alokasi anggaran pendidikan tahun depan difokuskan pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru serta dosen, beasiswa untuk siswa dan mahasiswa, penguatan sarana-prasarana pendidikan, hingga penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Golkar, Adde Rosi Khoerunnisa, mengingatkan agar penggunaan anggaran benar-benar efektif dan tepat sasaran.

“Jika anggaran pendidikan tidak digunakan sebagaimana mestinya dan tidak fokus, maka potensi kebocoran akan terus terjadi dan kualitas pendidikan bisa menurun. Hal ini akan berdampak langsung pada daya saing serta kualitas SDM bangsa, terutama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Apresiasi Tradisi Seren Taun di Cisitu

Adde Rosi juga menyoroti persoalan pengelolaan Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL) yang dinilai belum efisien. Pada APBN 2025, PTKL menyerap 39 persen anggaran fungsi pendidikan, sedangkan Kemendiktisaintek hanya 22 persen. Padahal, jumlah mahasiswa di PTKL hanya sekitar 200 ribu, jauh lebih kecil dibandingkan PTN (3,9 juta) maupun PTS (4,4 juta).

Dengan penyelenggaraan PTKL tersebar di 24 kementerian/lembaga, Adde menilai ada potensi pemborosan dan tumpang tindih kebijakan.

Baca Juga :  Pj Gubernur Banten Al Muktabar Sambut Kedatangan Wapres KH Ma'ruf Amin Dari Kunjungan Kerja Ke UEA dan Mesir

“Perlu penataan dan penyederhanaan PTKL, termasuk menghapus program studi umum yang tidak sesuai dengan mandat undang-undang,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Presiden juga menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan guru dan dosen menjadi prioritas. Pemerintah mengalokasikan Rp178,7 triliun untuk gaji dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik, termasuk tunjangan profesi guru non-PNS serta tunjangan guru PNS di daerah.

“Kesejahteraan guru adalah kunci pendidikan berkualitas, karena guru dan dosen adalah motor penggerak transformasi pengetahuan,” tambah Adde.

Fraksi Golkar DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap RAPBN 2026, khususnya pada sektor pendidikan.

“Kami akan memastikan pendidikan berkualitas dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.***

Share :

Baca Juga

Nasional

Safari Ramadan di Banten, AHY Ziarah ke Makam Pendiri Tangerang

Nasional

Gandeng BRIN, Adde Rosi Optimalkan Peran Keluarga di Lebak untuk Cegah Stunting

Nasional

Menag Yaqut Cholil Qoumas Tinjau Pelakasanaan UM-PTKIN di UIN SMH Banten
Mendagri Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (27/2/2023).

Nasional

Jelang Ramadan, Mendagri Tito Karnavian Dorong Gerakan Tanam di Daerah

Daerah

Ekonomi Digital Tumbuh, Penjualan Listrik PLN Semester I Capai 137,12 TWh
PT PLN (Persero) bekerja sama dengan Sekretariat Presiden mengoperasikan SPKLU di Istana Kepresidenan Bogor guna mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Nasional

Dukung Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik, SPKLU Kini Ada di Istana Kepresidenan Bogor

Nasional

Keberhasilan Transformasi dan Inovasi Digital Pelayanan Pelanggan PLN Meraih 2 Penghargaan Internasional

Daerah

May Day 2023 Ribuan Buruh Banten Ogah Demo di Kantor Gubernur, Pilih Demo ke Jakarta