BagusNews.Co – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Provinsi Banten, menggelar upacara Hari Kemerdekaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol yang terletak di Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang pada, 17 Agustus 205, lalu.
Kegiatan ini beralasan sebagai bentuk kepedulian anggota Mapala di Banten terhadap isu lingkungan sekaligus diduga menjadi sebuah momentum bersejarah yang dimanfaatkan untuk mengkritik kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang yang akan bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan perihal kerjasama pengelolaan sampah di TPA Bangkonol.
Mereka melaksanakan upacara tepat di tempat pengumpulan sampah dengan membentangkan bendera merah putih yang berukuran 30 meter yang sebelumnya melakukan longmarch menuju TPA Bangkonol.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, TB Agus Khatibul Umam, mengungkapkan hal tersebut merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dan masyarakat boleh mengibarkan bendera dimanapun selama benderanya merah putih.
“Ya, itu kan part of expression, sah sah saja selama bendera merah putih,” ungkapnya kepada bagusnews.co saat ditemui pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Disinggung akan dukungan terhadap pelaksanaan upacara tersebut, ia lebih memilih bermain aman dengan mengatakan saya mendukung pengibaran benderanya, dan jika ada opini atau dugaan lain lebih baik kita bersama-sama berkhusnudzon.
“Mendukung pengibarannya, bendera harus dikibarkan dimana saja, kalo ada maksud lain, lebih baik kita berkhusnudzon,” sambungnya.
Hal ini menunjukkan cara bermain aman sang ketua DPRD Pandeglang, dalam menyikapi hal yang sebenarnya jarang terjadi, bahkan baru pertama kali pembentangan bendera merah putih yang berukuran besar di TPA Bangkonol.
Lebih lanjut, Agus Umam berharap dimoment Kemerdekaan ini, seluruh rakyat Indonesia khususnya masyarakat Pandeglang bisa mengisi kemerdekaan dengan hal positif dan berharap Pandeglang semakin maju dan ditutup dengan kata ‘Merdeka’ dengan lantang.(red/Guntur)







