BagusNews.Co- DPP Pemuda Tani Indonesia melakukan kunjungan kerja strategis kawasan sentra pertanian, pengolahan hasil bumi, serta infrastruktur pendukung program strategis nasional, di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Kunjungan kerja strategis dipimpin langsung Sekjen DPP Pemuda Tani Indonesia Suroyo, dimana peninjauan difokuskan pada kesiapan rantai pasok hulu hingga hilir, dengan titik tekan khusus pada sinergi sektor hulu hortikultura, dengan hilirisasi pemenuhan gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.
Sekjen DPP Pemuda Tani Indonesia, Suroyo mengungkapkan, keberlanjutan swasembada pangan nasional sangat bergantung pada keterpaduan antara produktivitas, kepastian pasar, dan inovasi yang ramah lingkungan.
“Kegiatan hari ini memastikan bahwa program hilirisasi seperti Dapur MBG, dapat menyerap langsung produk petani lokal kita, khususnya komoditas penggerak ekonomi seperti pangan, dan hortikultura yang sehat,” kata Suroyo, Sabtu, 12 September 2026.
Mantan Presiden Mahasiswa Untirta ini melanjutkan, uji coba inovasi BIOSAKA pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Dapur MBG, menjadi bukti bahwa ekosistem yang dibangun sangat komprehensif.
“Kita tidak hanya menjaga standar gizi dari bahan pangan yang segar, tetapi juga memastikan sanitasi dan lingkungan di sekitar dapur tetap terjaga, tanpa residu limbah yang berdampak negatif,” bebernya.
Suroyo yang kini menjadi Tenaga Ahli Menteri Pertanian juga menekankan, pentingnya peran strategis generasi muda, dalam mengawal praktik pertanian dan pengelolaan yang modern dan berkelanjutan dari hulu ke hilir.
“Pemuda Tani Indonesia hadir untuk memastikan bahwa energi anak muda, masuk ke dalam setiap lini rantai nilai pertanian. Petani kita tidak lagi sendirian, karena ada Dapur MBG yang siap menyerap hasil panen yang jadi jerih payah petani, dan operasional hilirnya pun dikelola dengan inovasi yang ramah lingkungan,” pungkas Suroyo.
Sementara itu, Sekretaris DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten, Eko Noviyadi, menyambut baik kunjungan DPP ke Provinsi Banten.
Menurut Eko, komitmen penuh jajaran Pemuda Tani Indonesia Provinsi Banten untuk menjadi motor penggerak di lapangan, dalam menjembatani kebutuhan Dapur MBG dengan hasil panen para petani lokal, khususnya di Kabupaten Lebak.
“Banten memiliki potensi agraris yang luar biasa, khususnya di Kabupaten Lebak. Melalui peninjauan ke sentra petani cabai, terong, dan sayuran lainnya, serta dengan implementasi BIOSAKA di Dapur MBG hari ini, kami di daerah melihat peluang besar bagaimana pemuda tani bisa mengambil peran sebagai agregator sekaligus inovator,” tuturnya.
Masih dikatakan Eko, sinergi erat antara Kementerian Pertanian dan Pemuda Tani Indonesia, dapat mempercepat swasembada pangan yang berkelanjutan berbasis petani lokal yang semakin tangguh, sekaligus memberikan dampak ganda yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani, perbaikan kualitas gizi masyarakat, serta kelestarian lingkungan setempat.
“Kami siap mengawal agar pasokan pangan untuk program gizi, konsisten berasal dari keringat petani Banten sendiri, dengan tata kelola yang terbebas dari masalah lingkungan,” tambah Eko. (Red/Dede)







