Home / Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:58 WIB

Waktu Pencarian Ditambah, Lima Jurnalis Belum Kunjung Ditemukan di Selat Sunda

BagusNews.Co- Tim SAR Gabungan kembali menyisir perairan Selat Sunda, pada hari kedelapan operasi pencarian delapan penumpang speedboat yang hilang kontak di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.

Hingga Selasa (15/9/2026), tanda-tanda keberadaan kelima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, Al Amrad, mengatakan operasi hari kedelapan ini merupakan bagian dari masa tambahan.

“Memasuki hari kedelapan, kami masih berupaya mencari speedboat yang mengalami lost contact (hilang kontak) di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar Gunung Anak Krakatau,” kata Al Amrad dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan, Carita, Kabupaten Pandeglang.

Pada operasi kali ini, sebanyak 20 alat utama (alut) laut dikerahkan. Armada tersebut terdiri atas 4 KRI, 2 KAL, 1 RBB TNI AL, 8 kapal KP Polairud, serta 3 KN SAR dari Kantor SAR Banten, Jakarta, dan Lampung. Selain itu, dua unit RIB dari Kantor SAR Lampung dan Banten juga turut dilibatkan.

Area pencarian dibagi menjadi sejumlah sektor dengan total luas mencapai sekitar 4.762 mil laut persegi. Di Sektor A seluas 1.026 mil laut persegi, KRI Gilimanuk dan KRI Leuser melakukan pencarian selama kurang lebih 10 jam di sebelah barat perairan Teluk Belimbing, Lampung.

Baca Juga :  Pemkot Cilegon Perkuat Mitigasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Industri 

Sektor B seluas 780 mil laut persegi disisir oleh KN SAR Antasena dan KP Sanjaya selama sekitar 10 jam di perairan Pulau Panaitan.

Sementara itu, Sektor C seluas 825 mil laut persegi disisir oleh KN SAR 247 Tetuka selama 9 jam, mulai dari wilayah timur laut Pulau Panaitan hingga pesisir Gunung Anak Krakatau dengan radius 4 kilometer.

Di sektor ini, tim sempat menindaklanjuti informasi dari video di media sosial mengenai objek menyerupai bangkai kapal. Namun, setelah dicek menggunakan sea rider dan drone, objek yang dimaksud tidak ditemukan.

Penyisiran berlanjut oleh KRI Lepu selama 10 jam di sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau dan KRI Kerambit selama 8 jam di tenggara Pulau Sebesi.

Pada Sektor D seluas 872 mil laut persegi, KN SAR Pasudewa menyisir area dari perairan barat laut Gunung Anak Krakatau hingga perairan Legundi selama 10,5 jam. RIB Lampung, KAL, dan unsur lainnya juga menyisir perairan sekitar Pulau Sebuku, Gunung Anak Krakatau, Anyer, hingga Pulau Sebesi.

Baca Juga :  10 Hari Pencarian 5 Jurnalis Nihil, Gubernur Banten: Dengan Berat hati Operasi SAR Dihentikan

Terkait kendala di lapangan, kondisi cuaca di lokasi pencarian umumnya berawan dan berkabut dengan jarak pandang (visibilitas) sekitar 1 hingga 1,5 kilometer. Tinggi gelombang di wilayah operasi Selat Sunda berkisar 0,5–0,75 meter, sedangkan arah ke Samudra Hindia mencapai 2,5 meter. Aktivitas Gunung Anak Krakatau tercatat masih berada pada Level III (Siaga), tetapi tidak terjadi erupsi selama proses pencarian berlangsung.

Lebih lanjut, Al Amrad memastikan bahwa pencarian akan terus diperluas. Pihaknya telah berkoordinasi dengan KSOP untuk memonitor kapal-kapal yang melintas dan menyebarluaskan informasi kejadian kepada Kantor SAR Lampung serta Bengkulu.

Tim SAR Bengkulu juga telah digerakkan untuk melakukan penyisiran di sisi barat Bengkulu hingga Pulau Enggano. Koordinasi dengan nelayan serta kapal yang melintas di berbagai wilayah, termasuk di sekitar Ujung Kulon, terus diintensifkan.

“Hingga saat ini, tanda-tanda keberadaan delapan orang (lima jurnalis dan tiga kru kapal) masih belum ditemukan (nihil),” tutup Al Amrad. (Redaksi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Santri Dukung Ganjar Banten Berbagi Takjil Untuk Warga di Kota Serang

Daerah

Mantan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin Pamitan Dengan Pokja Wartawan Kota Serang

Daerah

Inovasi Energi Hijau Desa Mandiri Pangan Jadi Pilot Project UHAMKA di Pandeglang

Daerah

Satpol PP Kabupaten Tangerang Tertibkan 81 Lapak di Eks TPPS Pasar Cisoka

Daerah

Berikan Penghargaan, Pemkot Tangerang Apresiasi Upaya Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan

Daerah

Rakor Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dimyati : Penganggaran Harus Berdasarkan Kebutuhan Masyarakat

Daerah

Pemkot Serang Siapkan Bosda Untuk Sekolah Swasta

Daerah

48 Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Kota Serang Terima Bantuan Atensi Kemensos