Home / Daerah / Hukum

Rabu, 12 November 2025 - 07:55 WIB

Polemik Kepemilikan Lahan, PT Niaga Perdana Utama Tegaskan Legalitas dan Upaya Damai

Yoyon Sugianto, perwakilan PT Niaga Perdana Utama, saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

Yoyon Sugianto, perwakilan PT Niaga Perdana Utama, saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – PT Niaga Perdana Utama memberikan tanggapan setelah adanya keluhan dari masyarakat Desa Margasari, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, terkait dugaan penyerobotan lahan di sekitar aliran Kali Susukan.

Polemik tersebut muncul dari reaksi warga yang menilai bahwa aliran sungai yang selama ini menjadi fasilitas umum dan sumber pengairan warga, diduga telah berada di dalam area lahan milik perusahaan. Sejumlah tokoh masyarakat setempat meminta agar fungsi Kali Susukan dikembalikan seperti semula dan berada di luar pagar perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, Yoyon Sugianto, perwakilan PT Niaga Perdana Utama, menegaskan bahwa tudingan penyerobotan lahan negara tidak benar.

“Pemberitaan mengenai dugaan penyerobotan lahan negara itu tidak betul. Berdasarkan sertifikat yang kami miliki, total lahan kami kurang lebih 16,794 hektare dan seluruhnya bersertifikat resmi serta diakui oleh hukum,” ujarnya kepada wartawan pada Selasa, 11 November 2025.

Baca Juga :  Gandeng BKN, BKD Banten Gelar Seleksi Kompetensi P3K

Ia menambahkan, seluruh lahan yang dikuasai perusahaan telah memiliki dokumen sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Yoyon menjelaskan bahwa saat perusahaan membeli lahan tersebut pada tahun 2017, tidak ditemukan adanya aliran sungai atau kali di dalam area tersebut, sebagaimana klaim sebagian warga yang merujuk pada peta lama.

“Ketika perusahaan membeli lahan tersebut, tidak ada indikasi adanya aliran air atau sungai seperti yang diberitakan. Dugaan tersebut merujuk pada peta lama yang tidak relevan dengan kondisi saat pembelian,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai upaya mediasi dengan masyarakat dan pemerintah desa, meskipun hingga saat ini belum menemukan solusi yang memuaskan semua pihak.

“Kami sudah beberapa kali melakukan mediasi. Bahkan kami telah menawarkan sejumlah solusi dan kompensasi, seperti pembangunan fasilitas untuk masjid, pelebaran aliran air, serta penyambungan aliran air perusahaan ke saluran warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Irfan Ali Hakim Ramaikan Bursa Calon Ketua KONI Kota Cilegon

Yoyon menambahkan bahwa pihak perusahaan merasa dirugikan oleh pemberitaan yang menyebut adanya penyerobotan lahan. Sebagai langkah perlindungan hukum, PT Niaga Perdana Utama berencana mengajukan langkah-langkah hukum kepada aparat kepolisian.

“Kami dirugikan secara pemberitaan dengan adanya narasi penyerobotan lahan negara. Padahal kami memiliki sertifikat resmi. Kami akan meminta perlindungan hukum kepada Polda, Polres, dan Polsek terhadap adanya ancaman pembongkaran properti kami,” katanya.

Pihak perusahaan berharap agar penyelesaian masalah ini tetap mengedepankan mekanisme hukum dan proses musyawarah yang konstruktif, guna mencegah terjadinya konflik di masyarakat. Mereka menegaskan komitmen untuk menyelesaikan polemik ini secara damai dan sesuai aturan yang berlaku. (Red/Dwi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkot Pacu Pariwisata dan Ekonomi UMKM Demi Wujudkan Kota Serang sebagai Kota Event

Daerah

Bakesbangpol Kabupaten Serang Ajak Ormas Jadi Mitra Strategis Pembangunan

Daerah

Hadiri Kick Off HPN 2026, Wabup Iing Tekankan Peran Strategis Pers dalam Pembangunan

Daerah

Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan, Pemkot Serang Jamin Tak Ada Intervensi dalam SPMB

Daerah

Usai Tidak Menjabat Pj Walikota Serang, Yedi Rahmat: Saya Kembali di Kemendagri

Daerah

Rawan Disalahgunakan, Gubernur Andra Soni Setuju Usulan Kepala BNN Larang Vape

Daerah

Dibonceng Sepeda Motor, Wagub Banten Terobos Hutan Bakal Taman Kehati

Daerah

Lakukan Monev Program Irpom, Distan Banten : Ini Langkah Menyelamatkan Tanaman dan Menambah Area Tanam