BagusNews.Co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program yang mendukung kesehatan dan pendidikan.
Salah satu program yang tengah digalakkan adalah program makan bergizi gratis (MBG), yang mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Pandeglang.
Pada Selasa, 9 Desember 2025, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi melakukan kunjungan langsung untuk memantau proses pendistribusian makanan bergizi di SMPN 1 Pandeglang.
Dalam kunjungannya, Iing menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan cerdas, sekaligus sebagai bagian dari persiapan menyambut visi besar Indonesia, yaitu Generasi Emas 2045.
“Program ini bertujuan mencerdaskan kehidupan putra-putri Indonesia yang sehat dan cerdas, sebagai persiapan menyongsong Generasi Emas 2045. Kita bersyukur atas inisiatif Bapak Prabowo yang digagas untuk kebaikan kita semua,” ujarnya.
Iing menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program sangat bergantung pada kualitas dan standar pelayanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang bertugas menyiapkan makanan sehat bagi siswa.
Ia menegaskan bahwa setiap dapur SPPG harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) agar mutu makanan tetap terjaga dan aman dikonsumsi.
“Kami terus memantau agar setiap dapur SPPG sesuai standar, yang paling utama adalah keberadaan ahli gizi di tiap dapur,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas makanan dengan tidak menyimpan makanan terlalu lama dalam wadah, demi memastikan keamanan dan kesehatan pangan yang dikonsumsi siswa.
“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada kasus terkait keamanan pangan di wilayah Pandeglang,” tambahnya, menegaskan bahwa pengawasan ketat terus dilakukan demi menjamin keamanan konsumsi makanan bergizi tersebut.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Pandeglang Ruli Purnama menyampaikan, program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga berdampak positif terhadap tingkat kehadiran siswa di sekolah.
“Dari sekitar 1.000 siswa, biasanya ada sekitar 30 siswa yang tidak hadir. Namun sejak program MBG berjalan, hampir 100 persen siswa hadir setiap hari,” jelasnya. (Red/Difeni)







