BagusNews.Co – Dalam lima tahun terakhir, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Pandeglang, mencatat lonjakan kasus pelecehan seksual secara global, yang dipengaruhi gencarnya peran media sosial.
Platform digital ini mendorong masyarakat berinteraksi lebih intens dengan publik, sehingga banyak korban berani speak up dan melaporkan pengalaman traumatis mereka, meski terkadang narasi dilaporkan terasa tidak sesuai dengan rasa yang dirasakan, seolah topik tabu harus diketahui semua orang.
Kepala DP2KBP3A Pandeglang, Gimas Rahadian, menilai fenomena ini sebagai peluang sekaligus tantangan.
“Media sosial sangat gencar, sehingga orang berusaha lebih banyak berinteraksi dengan publik. Bagaimana ia ingin speak up, melaporkan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang dirasakan, seakan hal tabu itu perlu diketahui publik,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa, 3 Februari 2026.
Untuk mengatasi kasus ini, DP2KBP3A gencar melakukan pencegahan melalui dua strategi utama. Pertama, mendorong masyarakat agar lebih berani melaporkan kasus. Kedua, meminimalisir potensi tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kami sebagai OPD yang bertugas dalam pencegahan, saat ini fokus pada dua poin: pertama, mendorong masyarakat mau melaporkan; kedua, bagaimana meminimalisir pencegahan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya. (Red/Difeni)







