BagusNews.Co – Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “Global Education Transformation 2026” di Aula GSG Irsyad Djuwaeli UNMA.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mendorong transformasi pendidikan melalui integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya bagi para guru di Indonesia dan Banten.
Seminar internasional ini menghadirkan narasumber kelas dunia, yakni Prof. Rautakivi Tuomo Taapani dari Universitas Centria Finlandia, Prof. Majlini Binti Adnan dari Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia, Ramadoni, Ph.D dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), serta narasumber internal UNMA Dr. Meliyawati, M.Pd.
Dekan FKIP UNMA Banten, Dr. Asep Sahrudin, selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa seminar internasional ini bertujuan membahas paradigma baru pendidikan global.
“Pendidikan modern tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Integrasi teknologi dalam pembelajaran adalah keniscayaan,” kata Asep dalam rilis yang diterima BagusNews.Co, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menambahkan, kehadiran narasumber dari Finlandia, Malaysia, dan BRIN dimaksudkan untuk menciptakan ruang dialog ilmiah antara guru, mahasiswa pendidikan, dan pakar internasional.
“Forum ini membahas bagaimana teknologi diterapkan dalam sistem pendidikan di Finlandia, Malaysia, Taiwan, dan Indonesia, serta bagaimana praktik terbaik tersebut dapat diadaptasi,” ujarnya.
Senada, Ketua II Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah PBMA, M. Zen, menegaskan bahwa seminar internasional ini sangat strategis bagi guru-guru.
“Guru perlu memahami praktik pendidikan global agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui integrasi teknologi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PBMA dan mitra dari Finlandia, serta MoA antara Universitas Mathla’ul Anwar dan Little Heroes Finlandia.
Seminar ini turut dihadiri tokoh Mathla’ul Anwar sekaligus anggota DPR RI, Dr. Jazuli Djuwaeni, yang menilai kegiatan ini memiliki dampak strategis.
“Seminar internasional ini membantu guru mengembangkan pembelajaran yang lebih maju, menarik, dan berkarakter,” ujarnya.
Menurut Dr. Jazuli, keberlanjutan seminar internasional sangat penting karena tidak hanya meningkatkan kapasitas guru, tetapi juga memperkuat reputasi akademik UNMA di tingkat global.
Kegiatan ini juga dihadiri tokoh-tokoh Mathla’ul Anwar, antara lain Dr. Abdul Hakim (DPD RI), Drs. Taufiqurrohman, M.Si, Dr. Shiyamu Manurung, Zaenal Abidin Suja’i, M.A, serta para pimpinan perguruan Mathla’ul Anwar se-Banten. (Red/Dede)







