BagusNews.Co – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) akan memfasilitasi siswa-siswi non Muslim untuk menerapkan program Serang Mengaji.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri menegaskan bahwa program Serang Mengaji tidak hanya diperuntukkan bagi siswa Muslim, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik non Islam untuk belajar agama sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Pihaknya mengaku telah menggelar pertemuan dengan sejumlah sekolah yang memiliki siswa non Muslim, di antaranya Yayasan Mardi Yuana dan Yayasan Penabur.
Dalam pertemuan tersebut, Dindikbud mendorong agar siswa non Islam tetap mendapatkan pembelajaran kitab suci sesuai agama mereka, disertai dukungan tenaga pendidik yang kompeten seperti pendeta dan guru agama sesuai bidangnya.
”Kita berikan kebebasan itu dan mengaktivasi sebuah murid-murid yang berbeda agama dengan kita. Silahkan mengajar dengan kitab dan keyakinan, kita akan memberikan bahwa Kota Serang adalah kota toleransi,” ujar Nuri, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menekan, jangan sampai program Serang Mengaji disalahartikan sebagai kegiatan yang membuat siswa non Muslim merasa tersisihkan.
Menurutnya, program tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan agama bagi siswa Islam, sekaligus membuka peluang yang sama bagi siswa non Muslim untuk memperdalam ajaran agamanya.
”Ngaji itu dalam istilah bukan hanya perspektif kita yang umat Islam, tetapi juga agama-agama yang lain juga silahkan mengaji sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” terang Nuri.
Nuri menjelaskan, program Serang Mengaji yang telah diluncurkan memang difokuskan pada pembelajaran Al-Qur’an, dengan tujuan memberantas buta aksara Al-Qur’an di kalangan siswa Muslim.
Namun, secara konsep, program tersebut diharapkan juga dapat diterapkan untuk seluruh agama di satuan pendidikan.
”Ada yang swasta Penabur kita dorong, ada yang di sekolah negeri murid non Islam yang kita dorong juga untuk sama-sama belajar, karena ini adalah kota toleran,” ucap Nuri.
Ia mengakui masih terdapat kekurangan, khususnya di sekolah negeri yang belum sepenuhnya memiliki guru agama non Islam. Kondisi tersebut sebagai kelemahan yang perlu segera dibenahi.
”Kalau guru agama non Islam belum ada kalau di sekolah negeri. Makanya, kalau misalkan ini menjadi kebutuhan, kita akan siapkan,” tegas Nuri.
Hal ini juga mendapat dukungan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus bersikap adil dan setara terhadap seluruh warganya.
Oleh karena itu, program Serang Mengaji tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim.
”Serang Mengaji bukan hanya diperuntukkan bagi umat Muslim semata, tetapi juga di luar umat Muslim, anak-anak kita, silahkan mengaji sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing,” jelas Nanang. (Red/ Roy)







