BagusNews.Co – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten menurunkan satu unit alat berat untuk mendukung normalisasi Sungai Cirarab sebagai upaya pengendalian banjir di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang.
Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi penanganan banjir beberapa waktu lalu, dan menetapkan langkah awal untuk melakukan normalisasi Sungai Cirarab dengan langkah kolaborasi.
“Kami mulai tindak lanjut pada 3 Februari, segmen Provinsi dengan panjang normalisasi yang ditangani sepanjang 700 meter dan saat ini segmen tersebut telah kami selesaikan. Kami juga membantu percepatan di segmen Kota Tangerang agar penanganannya lebih cepat,” ungkap Arlan Marza di Kabupaten Tangerang, Selasa, 24 Februari 2026.
Selanjutnya, Arlan menyampaikan secara keseluruhan normalisasi di Sungai Cirarab akan dilakukan sepanjang 4,85 kilometer. Yang terdiri dari segmen Pemprov Banten 700 meter, Pemkot Tangerang 550 meter, Pemkan Tangerang 2,4 kilometer dan Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS C2) sepanjang 1,2 kilometer.
“Berdasarkan koordinasi dengan BBWS C2, kita targetkan normalisasi selesai di akhir Maret 2026, terlebih saat ini kondisi hujan mulai mereda jadi dapat lebih cepat. Normalisasinya dilakukan dari hulu hingga hilir,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS C2), Ahmad Viktor menyampaikan pihaknya turut menurunkan satu unit alat berat jenis long arm untuk melakukan normalisasi sepanjang 1,2 kilometer.
“Kami mengucapkan apresiasi kepada Gubernur Banten atas inisiasi rapat koordinasi penanganan Sungai Cirarab ini, sehingga dapat dilaksanakan secara bersama-sama. Memang kewenangan Sungai Cirarab berada pada BBWS C2, namun atas kepedulian beliau saat banjir beberapa waktu lalu, penanganan bisa dilakukan secara kolaboratif,” ujarnya.
Ahmad Viktor menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam normalisasi Sungai Cirarab diharapkan menjadi proyek percontohan (pilot project) untuk penanganan sungai lainnya, seperti Kali Angke dan sungai-sungai lain yang berpotensi menimbulkan banjir.
“Ini juga menunjukan kepedulian pemerintah pusat dan daerah kepada masyarakat yang terdampak banjir, dan aksinya langsung dalam waktu singkat bisa kita lihat,” pungkasnya.







