BagusNews.Co – Hingga awal Maret 2026, para pengguna jalan masih mengeluhkan kemacetan parah yang sering terjadi di Jalan Sudirman dan sepanjang jalur Stasiun Poris hingga Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Kota Tangerang.
Untuk mengatasi hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengusulkan rencana pembangunan Flyover Sudirman dan Underpass Maulana Hasanudin Cipondoh. Kedua infrastruktur ini diusulkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai antrean kendaraan yang sering terjadi di simpang sebidang jalur kereta api di Jalan Raya Sudirman dan Stasiun Poris-Jalan Maulana Hasanudin, yang selama ini menjadi penyebab utama kemacetan dan potensi kecelakaan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yeti Rohaeti menjelaskan, pembangunan Flyover Sudirman dan Underpass Maulana Hasanudin merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas dan mengurangi risiko kecelakaan yang diakibatkan perlintasan sebidang dengan jalur kereta api.
“Kami menilai adanya perlintasan sebidang dengan jalur kereta api menjadi kondisi yang tidak hanya menghambat mobilitas lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan yang tinggi,” ujarnya, Jumat, 6 Maret 2026.
“Oleh karenanya, dibutuhkan solusi pembangunan infrastruktur strategis seperti Flyover Sudirman dan underpass Jalan Maulana Hasanudin untuk menjawab persoalan kemacetan akibat simpang sebidang perlintasan kereta api,” sambungnya.
Rencana pembangunan kedua infrastruktur tersebut telah diajukan langsung kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Banten. Yeti menambahkan, Pemkot Tangerang akan segera menyusun dan menyediakan berbagai dokumen kesiapan (readiness criteria) yang diperlukan sebagai bagian dari proses pengajuan ke pemerintah pusat.
“Kami sudah mengajukan rencana pembangunan ini ketika audiensi bersama BPJN Provinsi Banten kemarin. Rencana pembangunan Fly Over Sudirman sudah tercantum dalam Renstra Direktorat Jenderal Bina Marga 2025-2029 serta sudah mencapai tahap pembahasan teknis, sedangkan Underpass Maulana Hasanudin semoga dapat menemui titik terang dalam waktu dekat,” paparnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan mobilitas warga serta mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi kendala utama di kawasan tersebut.
Yeti menegaskan, pembangunan ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi lalu lintas, tetapi juga memastikan keselamatan pengguna jalan di wilayah tersebut.
Selain itu, pihaknya juga menyatakan kesiapan menggelar berbagai tahapan administrasi dan teknis agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal dan target yang ditetapkan.
“Kami optimistis, pembangunan Flyover Sudirman dan Underpass Maulana Hasanudin dapat menjadi solusi jangka panjang yang efektif, dan kami berharap dalam waktu dekat, proyek ini akan mulai direalisasikan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” tutur Yeti. (Red/Munjul)







