Home / Daerah

Senin, 16 Maret 2026 - 20:31 WIB

Atlet BMX Heru Anwari Luncurkan Buku ‘Suara dari Alaska’, Perjalanan Baru di Dunia Literasi

Atlet BMX freestyle nasional, sekaligus penulis buku Suara dari Alaska, Heru Anwari (kaos putih), saat bukunya dibedah pada acara Nyenyore dan Kado Lebaran 2026 di Teater Terbuka Rumah Dunia, Kota Serang I Dok. Istimewa

Atlet BMX freestyle nasional, sekaligus penulis buku Suara dari Alaska, Heru Anwari (kaos putih), saat bukunya dibedah pada acara Nyenyore dan Kado Lebaran 2026 di Teater Terbuka Rumah Dunia, Kota Serang I Dok. Istimewa

BagusNews.Co – Atlet BMX freestyle nasional, Heru Anwari, menuangkan perjalanan panjangnya di Amerika Serikat dalam bentuk buku esai berjudul Suara dari Alaska.

‎Buku ini menjadi langkah baru bagi sosok atlet sepeda tersebut yang mulai menapaki dunia literasi melalui kumpulan esai reflektif, yang lahir dari pengalaman hidupnya di berbagai perjalanan.

‎Buku Suara dari Alaska kemudian dibedah pada acara Nyenyore dan Kado Lebaran 2026 di Teater Terbuka Rumah Dunia, Lingkungan Ciloang, Kota Serang, Sabtu, 14 Maret 2026.

‎Diskusi dipandu oleh Ade Ubaidil sebagai moderator dengan menghadirkan jurnalis Banten, Wahyu Arya, sebagai pembedah buku. Membahas proses kreatif penulisan, pengalaman personal penulis, hingga peluang munculnya suara baru dalam dunia literasi di Banten.

‎Dalam pemaparannya, Heru menjelaskan bahwa tulisan-tulisan dalam bukunya lahir dari pengalaman tubuh yang ia jalani sendiri selama berkeliling dan bertemu banyak orang. Hal-hal sederhana, menurutnya, sering menjadi pintu menuju refleksi yang lebih dalam.

‎“Menulis bagi saya seperti perjalanan mencari jalan yang lebih sunyi, seperti mencari jalan suci. Ada kebahagiaan yang berbeda ketika pengalaman hidup bisa menjadi tulisan,” ujar Heru.

‎Moderator diskusi, Ade Ubaidil, menilai esai-esai dalam buku tersebut memiliki nuansa reflektif yang kuat sekaligus religius. Ia menduga hal itu tidak terlepas dari latar belakang Heru yang tumbuh dalam lingkungan pesantren.

‎“Menariknya, Heru belajar menulis dari pengalaman yang dialaminya sendiri selama berkeliling dunia. Dari situ lahir kesadaran baru yang kemudian menjadi cerita,” katanya.

‎Sementara itu, Wahyu Arya menilai kemunculan buku pertama sering menjadi titik penting bagi seorang penulis. Menurutnya, pujian terhadap karya awal kadang justru membuat penulis berhenti berkarya.

‎“Ketika buku pertama muncul lalu dipuji, itu bisa berbahaya. Banyak orang berhenti setelah itu,” ujarnya.

‎Namun ia melihat latar belakang Heru yang tidak berasal dari dunia akademik justru membuka kemungkinan lahirnya tulisan yang segar.

‎Pandangan lain disampaikan Encep, pendiri Klinik Menulis. Ia menyoroti masih terbatasnya regenerasi penulis di Banten. Kemunculan Heru, menurutnya, menjadi bukti bahwa dunia literasi tetap terbuka bagi siapa saja.

‎“Penulis di Banten sering kali orangnya itu-itu saja. Hari ini kita melihat sosok baru. Ini harus disambut dengan baik,” katanya.

‎Apresiasi juga datang dari Gol A Gong, pendiri Rumah Dunia yang juga pernah menjabat sebagai Duta Baca Indonesia periode 2021–2025. Ia menilai buku “Suara dari Alaska” sebagai awal yang menjanjikan bagi perjalanan literasi Heru.

‎“Ini awal yang bagus. Tinggal dieksplorasi lagi. Kisah-kisah seperti ini bisa berkembang menjadi tulisan perjalanan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Arip Senjaya, dosen Filsafat Ilmu di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sekaligus penulis kata pengantar buku tersebut, menjelaskan bahwa “Alaska” dalam judul buku bukan sekadar wilayah geografis, melainkan metafora tentang pengalaman hidup dari pinggiran.

‎“Esai-esai Heru lahir dari pengalaman tubuh yang benar-benar ia alami sendiri. Itu membuatnya reflektif dan autentik,” jelasnya.

‎Dukungan juga datang dari Firman Venayaksa, penggerak komunitas Motor Literasi (Moli). Ia menilai buku tersebut membuktikan bahwa siapa pun, termasuk atlet, memiliki peluang untuk menulis karya reflektif.

‎“Tidak semua orang berpikir seorang atlet bisa menulis esai seperti ini. Ini membahagiakan dan patut diapresiasi,” ujarnya. (Red/ Roy)

Share :

Baca Juga

Daerah

Andra Soni Gratiskan Sekolah Swasta di Banten, Mendikdasmen Apresiasi Trobosan Pemprov Banten

Daerah

Sekda Kabupaten Tangerang Buka Bazar Ramadan, Dorong Pengembangan UMKM

Daerah

Andra Soni Tinjau Pelaksanan Program Pembebasan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Kota Serang

Daerah

Kejurda Atletik Banten Open 2025 di Kota Tangerang, Adde Rosi: Pemanasan Menuju Kejurnas

Daerah

Pemkot Serang Butuh Rp77 Miliar Untuk Revitalisasi Pasar Kepandean

Daerah

Pengelolaan Sampah Tidak Benar, Pemkot Tangsel Ancam Cabut Izin dan Sanksi Pidana Pengusaha Nakal

Daerah

Dikawal Relawan BISON, Andra Soni Blusukan di Kota Tangerang dan Tangsel

Daerah

Percepat Penanganan Stunting, TP PKK Provinsi Banten Siap Manfaatkan Pangan Lokal